Aug 16, 2015

Cerita Ini Tak Lagi Sama

Cerita ini tak lagi sama, ia sudah berbeda, jauh dari kamu mengenalnya.
Manusia tak akan terus berhenti di satu titik, tentu ia ingin perubahan dan itu ke arah yang lebih baik.
Tak perlu dirimu anggap dirinya masih sama, ia sudah jauh berbeda, jangan lagi samakan ia dengan cerita lalu.

Cerita Ini Tak Lagi Sama
Sumber: Pixabay

Jika dulu ia masih labil, kocar kacir sana sini, sementara dirimu sibuk dengan buku dan menghapal semua istilah-istilah spesies dan mekanisme daur hidupnya, atau segala struktur serta fungsi dari makhluk hidup, ia pun melakukan hal yang sama, hanya ia tak 24 jam dengan buku dan tak mencatat semua isinya, juga ia tak total sepertimu.
Ia masih bodoh, ingin terus belajar dan berusaha rajin belajar, ia melakukan itu bukan karenamu yang secara tak langsung anggap ia bodoh, karena ia tahu, selama ini banyak waktu terbuang percuma.
Waktu tak akan kembali, ia akan terus berjalan, dan kita tak punya kemampuan untuk menghentikan waktu, punya kah kita? Tentu tidak. Kesalahan demi kesalahan, kemalasan demi kemalasan, sudah jauh pergi, ia tak ada lagi disini.

May 26, 2015

Lakukan Cara yang Berbeda untuk Meningkatkan Skor TOEFL

Test of English as a Foreign Language atau disingkat dengan TOEFL, sudah tidak asing lagi kita dengar saat ini. Berbagai instansi mensyaratkan skor TOEFL dengan skor tertentu, baik untuk bekerja di perusahaan, melanjutkan studi di program magister dan doktoral, atau untuk mendaftar beasiswa, sehingga program magister maupun doktoral biayanya dapat dicover oleh sponsor. Selain itu, TOEFL juga merupakan salah satu persyaratan untuk dapat masuk dan lulus di perguruan tinggi.
Lakukan Cara yang Berbeda untuk Meningkatkan Skor TOEFL
Sumber: Pexels

Berbagai cara pun ditempuh untuk mempelajari TOEFL, baik mengikuti kursus maupun belajar mandiri, tetapi jika skor TOEFL masih "stuck" di angka yang sama, bisa jadi hal tersebut terjadi karena hal berikut:

Terlalu Fokus Belajar Grammar

Berbeda dengan IELTS yang membutuhkan kemampuan menulis sesuai dengan grammar, TOEFL tidak memiliki section khusus seperti writing yang memerlukan pemahaman mengenai grammar lebih dalam. Meskipun ada section writing, namun tidak semua instansi meminta skor tersebut.

Memang tidak ada yang salah dengan mempelajari grammar , tetapi dalam mempelajari bahasa yang bukan bahasa ibu kita, juga bagi kita yang bukan dari jurusan Bahasa Inggris, ada baiknya untuk lebih fokus pada mendengar (listening).

Seperti yang dikemukakan oleh seorang guru Bahasa Inggris A.J Hoke, anak bayi tidak serta merta belajar grammar dan kemudian dapat membaca serta menulis. Hal serupa juga terjadi pada kita yang tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris sebelumnya. Semua hal yang dilakukan oleh bayi agar dapat berkomunikasi dengan orang lain adalah, mereka mendengarkan dan memperhatikan apa yang kita ucapkan, kemudian menirukannya, sehingga dari kemampuan mendengarnya ia dapat berbicara. Lalu setelah ia bersekolah, barulah ia mulai membaca dan menulis. Semua hal tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari mendengar, menulis dan membaca, tentunya memerlukan komitmen untuk terus belajar, latihan, latihan, dan latihan.

Membahas soal-soal TOEFL per-section juga cukup membantu meningkatkan skor TOEFL, tetapi ada hal lain yang perlu dilakukan sebelum membahas soal-soal per-section, seperti yang pernah dikatakan oleh Dosen saya, yaitu "yang penting menambah comprehension". Untuk menambah kemampuan pada tiap section TOEFL, perlu belajar ekstra pada tiap section tersebut.

Kemampuan Listening
  • Untuk meningkatkan kemampuan listening, biasakan mendengar segala sesuatu yang berbahasa Inggris, hal ini akan sangat membantu dikarenakan jika kita sudah paham dengan apa yang dibicarakan, maka tak akan sulit juga untuk memahami dialog yang ada pada TOEFL listening section. Saya biasa mendengar Podcast yang diberikan oleh Dosen saya saat les TOEFL dulu, didalamnya juga terdapat teks dari apa yang dibicarakan dalam Podcast tersebut. Awalnya saya mendengar dulu tanpa menyimak teks dari Podcast, lalu mencatat poin-poin penting (meskipun di TOEFL tidak dibiarkan mencatat, namun ini hanya untuk latihan), lalu saya kembali mendengar Podcast tersebut dengan melihat teks, untuk memastikan apakah pemahaman saya terhadap Podcast tersebut sudah sepenuhnya benar atau belum. Kita bisa mendengar Podcast apa saja yang menarik untuk didengarkan dan dapat menambah wawasan. Ada banyak Podcast berseliweran di Internet dan tentunya gratis. Saya juga pernah melihat Podcast yang dibagikan oleh BBC Learning English pada fanpage Facebooknya.
  • Selain mendengarkan Podcast, Dosen saya juga menganjurkan untuk menonton video yang bermanfaat untuk kemampuan listening, yaitu TED Talks yang dapat di download pada website www.ted.com dengan memilih subtitle bahasa Inggris. Biasanya saya juga mendengarkan sebanyak dua kali. Pertama tanpa menyimak subtitle, kedua dengan menyimak subtitle.
  • Untuk menyesuaikan dengan hobi saya yang suka menonton Youtube, saya pun berlangganan beberapa channel Youtube yang mana Youtuber tersebut memang berbahasa Inggris dalam kesehariannya, bisa tutorial makeup, resep masakan, atau apa saja yang menarik untuk ditonton. Namun untuk lebih fokus pada belajar TOEFL, saya pun menonton video dari beberapa channel seperti VOA Learning English, EngVid English Lesson, program news dari channel luar negeri seperti BBC, CNN, dan reality show apa saja yang berbahasa Inggris.
  • Selain itu, saya juga suka menonton TV. Namun yang saya tonton adalah channel NHK World, sebuah channel TV Jepang namun full berbahasa Inggris. Jika yang berbicara adalah narasumber yang tidak berbahasa Inggris, maka dilengkapi dengan subtitle bahasa Inggris. Tontonan di channel tersebut pun sangat beragam, mulai dari news baik di Jepang maupun di dunia, lifestyle, masakan, travelling, hingga kisah-kisah inspiratif pada program Document 72 Hours. Nah, karena saat ini saya tidak memiliki TV karena masih ngekos maka saya menontonnya streaming pada website NHK World.
  • Saya juga suka menonton kartun apapun yang berbahasa Inggris. Dibandingkan dengan menonton drama maupun film yang kebanyakan ditonton oleh orang yang seumuran dengan saya, saya lebih memilih menonton kartun. Bahkan dengan penerbangan 12 jam pun tetap kartun yang saya tonton. Hal ini sangat bermanfaat bagi saya yang sebelumnya memang tidak tinggal di lingkungan ataupun negara yang berbahasa Inggris sebelumnya. Kartun yang penontonnya kebanyakan anak-anak, tentu si pengisi suara akan berbicara dengan jelas, agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak bahkan bayi sebagai penontonnya. Selain itu, menonton kartun juga memberi kebahagiaan karena kembali mengingat masa kecil tanpa ada kesulitan seperti di kehidupan orang dewasa seperti sekarang, sweet escape.

Kemampuan Structure dan Reading
  • Kemampuan pada bagian structure dan reading dapat ditingkatkan secara bersamaan, karena pada saat reading, kemampuan untuk memperoleh "sense" dalam menjawab soal structure juga akan bertambah dengan seringnya reading
  • Membaca jurnal dan referensi yang sesuai dengan bidang ilmu dapat menambah kemampuan structure maupun reading. Apalagi bagi kita yang masih berkuliah, tentu sangat membutuhkan membaca banyak jurnal agar dapat menghasilkan paper maupun tugas kuliah yang baik. 
  • Membaca artikel di berbagai website seperti  the new york times, the newyorker, the guardian, VOA, CNN, BBC, dailymail.co.uk, dan lain-lain dapat meningkatkan kemampuan structure dan reading. Jika ada kalimat yang tidak dimengerti artinya dapat digaris bawahi terlebih dahulu, kemudian baca artikel tersebut secara keseluruhan. Jika masih belum mengerti, dapat dicari arti dari kalimat yang tidak dipahami tersebut.
  • Bacalah apa saja yang berbahasa Inggris, seperti artikel-artikel mengenai berbagai bidang ilmu, kesehatan, geografi, biografi tokoh, bahkan sejarah berbagai negara.
Korelasinya adalah, jika kita rajin listening, maka kemampuan speaking juga akan ikut bertambah. Begitu halnya dengan reading, maka kemampuan akan memahami struktur atau pola kalimat akan bertambah karena sering membaca. 

Saya suka membaca, mendengar, dan menonton apa saja yang membuat saya juga berpikir dalam bahasa Inggris. Seperti kata dosen saya saat kami les TOEFL tahun 2014 silam, di dalam belajar bahasa Inggris itu tidak berarti kita menerjemahkan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia, tetapi kita berpikir di dalam bahasa Inggris. Hal-hal yang dijabarkan diatas adalah langkah-langkah yang saya lakukan sebagai orang yang bukan expert di dalam bahasa Inggris, namun dapat membantu menambah kemampuan dalam setiap section TOEFL jika dilakukan dengan tekun, Insya Allah.


Perlukah membahas soal TOEFL, membeli buku TOEFL, dan mengikuti les TOEFL? 
Ketiga hal tersebut sudah pernah saya lakukan sebelumnya, namun masih saja skor TOEFL tidak meningkat, saat itu saya masih belum fokus karena belum menguasai comprehension nya. Maka dari itu saya memutuskan untuk belajar sendiri di rumah, setiap hari saya bagi menjadi beberapa bagian. Pagi hari sekitar pukul 08.00 saya menjawab TOEFL Prediction dari bahan yang diberikan oleh Dosen saat les TOEFL di Pusat Bahasa Unsyiah, lengkap dengan LJK yang saya download di internet. Saya juga menghitung dan mencatat skor yang saya peroleh dari hasil TOEFL Prediction setiap harinya. Sebelumnya, sehabis shubuh saya langsung mendengar Podcast, lalu membaca materi dan soal-soal yang sudah saya pelajari sendiri maupun bersama teman-teman. Saya sering ikut belajar TOEFL bersama teman-teman yang dulunya juga mahasiswa SBI, mereka ada yang dari Pendidikan Biologi dan Pendidikan Matematika, untuk sama-sama membahas soal TOEFL secara rutin, biasanya seminggu sekali. Kami bisa duduk berdiskusi dimana saja, warung kopi hingga perpustakaan.

Jika sudah jenuh, maka saya lakukan hal-hal yang saya jabarkan diatas untuk meningkatkan comprehension. Intinya tiada hari saya lewatkan tanpa belajar TOEFL. Belajar bisa dengan menonton, membaca, dan mendengar yang menjadi minat saya.

Saat les TOEFL di Pusat Bahasa, kedua Dosen saya yang mengajar reading dan listening itu memberi banyak sekali bahan untuk bisa kami pelajari di rumah. Salah satu diantaranya ialah Longman oleh Deborah Philips, di buku Longman ini sudah lengkap semua section pada TOEFL yang bisa dipelajari materinya untuk latihan, juga untuk tes TOEFL Prediction yang dapat kita lakukan secara mandiri.

Selain itu, saya juga latihan dengan menggunakan aplikasi TOEFL (saya peroleh ini dari asisten lab komputer saat masih kuliah). Namun, karena merasa masih kurang, saya iseng-iseng mencari aplikasi TOEFL di Playstore, dan Alhamdulillah ternyata ketemu. Hingga saya tak lagi merasa waktu terbuang percuma tanpa belajar TOEFL saat sedang dalam perjalanan baik saat pergi maupun pulang ke rumah. Berikut cara mencari aplikasi TOEFL di Playstore, dan yang saya lingkari ialah aplikasi yang pernah saya gunakan. Recommended.

Aplikasi TOEFL untuk Structure di Playstore
Aplikasi TOEFL untuk Structure di Playstore

Ada banyak aplikasi gratis untuk latihan soal TOEFL yang terdapat di Playstore, silahkan teman-teman coba dengan mendownloadnya satu persatu, agar dapat menemukan aplikasi TOEFL yang sesuai dan cocok dengan gaya belajar teman-teman.

Semangat belajar teman-teman, jangan patah semangat jika masih belum dapat mencapai target yang diinginkan. Bukankah Allah sudah menjanjikan bahwa setelah kesulitan ada kemudahan? Tidak ada badai yang abadi, tentu setelahnya akan muncul pelangi, selagi kita terus berdo'a dan berusaha. Berdo'a agar diberi petunjuk yang benar oleh Allah dalam belajar, berusaha dengan sebaik-baik ikhtiar, dan menyerahkan segalanya kepada Allah.

Jangan mengutamakan belajar yang utama, tapi tetap Allah yang utama, shalat di awal waktu, perbanyak amalan sunah, semoga Allah selalu sayang dan ridha atas setiap perbuatan yang kita kerjakan dalam mencari bekal di dunia. Semoga teman-teman yang sedang berjuang meningkatkan skor TOEFL nya diberi kemudahan oleh Allah dan mencapai skor yang diinginkan. Allahumma Aamiin..

Jangan Banyak Tidur

Pernah suatu hari saya bersama teman-teman kampus bertamu ke rumah seorang sahabat sembari mengerjakan tugas kuliah, ketika menumpang untuk shalat dikamarnya saya mendapati secarik kertas yang ditempel kuat pada langit-langit kamarnya, berupa huruf kapital yang bertuliskan, “Belajar lebih baik daripada tidur”.
Jangan Banyak Tidur
Sumber: Pexels

Saya juga teringat perkataan dosen saya pada saat masih semester 6, beliau menanyakan, berapa lama kalian tidur malam? Sebagian menjawab 8 jam, sebagian lagi menjawab 6 jam, saya tidak menjawab apa-apa, melainkan menunggu jawaban dari beliau. Beliau mengatakan,”itu kalian sudah banyak sekali tidur, tidur itu sudah cukup 3 jam dalam sehari”. Saya pun manggut-manggut tersenyum, mengingat saya yang tak pernah tidur siang dan sering kali sulit tidur malam, mungkin karena pikiran saya yang belum bisa berhenti berfikir saat ada banyak tugas yang belum diselesaikan, itulah terkadang saya merasa “I’m a night person”, meskipun sering sedih jadi tidak bisa shalat tahajud karena belum tidur, juga karena mata yang kantung hitamnya mengalahkan panda.
Teringat juga akan pepatah orangtua Aceh yang mengatakan, “bek lee teungeut ngon jaga”, artinya jangan lebih banyak tidur ketimbang terjaga. Kenapa? Karena saat kita terlalu banyak tidur, tugas-tugas dan hal penting lainnya yang harus kita selesaikan jadi menumpuk, lalu kita jadi malas mengerjakan, stress, lalu depresi karena tugas ditumpuk-tumpuk. Oleh karena itu, “yok bek lee teunget”, fokus untuk belajar, bekerja, dan lain-lain, apapun kewajiban kita, baik pada urusan dunia maupun dengan Sang Pencipta.

Apr 23, 2015

Still on Process to be a Rainbow

Hari ini 23 April 2015, telah terhitung lama sejak postingan terakhir saya pada 09 Mei 2013. Ada banyak hal yang terjadi pada rentang waktu itu, tangisan airmata, tawa bahagia, peluh kerja keras, namun rasa syukur selalu terpanjat kepada-Nya, Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang bahkan tidak pernah membiarkan hamba-Nya bersedih ketika kekurangan.

Pada tanggal 20 April lalu saya membuka facebook dan kembali menemukan update-an dari seorang penulis favorit saya, Fahd Pahdepie, yang menyatakan "cobalah untuk menjadi pelangi bagi mendung orang lain". Hal tersebut menyadarkan lamunan panjang saya, yang pada saat itu sedang istirahat dan hanya scrolling timeline. Bahwa selama ini kita terlalu sibuk memikirkan perasaan kita sendiri, seakan-akan kita lah orang yang paling menyedihkan sedunia disaat musibah atau kesulitan menimpa kita. Tanpa kita sadari ada banyak orang disekeliling kita merasakan hal yang sama, bahkan lebih menyedihkan dari itu. Tetapi hal yang kita lakukan adalah hanya mengeluh dan mengeluh tanpa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT.


Cobalah menjadi pelangi bagi mendung orang lain, menurut saya memiliki makna jadilah bak cahaya indah, senantiasa mengulurkan tangan untuk membantu orang yang sedang mengalami kesulitan di hidupmu, yang kelak memunculkan mentari diantara mendung itu meskipun tidak banyak hal yang dapat kita bantu. Dengan membantu orang lain kesulitan kita juga akan dipermudah oleh Allah teruslah berniat seperti itu dan tanamkan di bawah alam sadarmu. Jangan pernah pamrih atau berharap akan imbalan dari orang yang kita tolong, karena kelak pasti akan ada balasan dari Allah atas kebaikan, ketulusan, dan keikhlasan hatimu dalam menolongnya, cepat atau lambat.

Pada saat ini saya sedang berusaha dan masih dalam proses untuk menjadi sebuah pelangi. Memantaskan diri semampu yang saya bisa dan terus berusaha, agar dapat memberi kebahagiaan dan manfaat bagi hidup orang banyak. Jauh atau dekat, lama atau tidak, dari proses menjadi pelangi menjadi sebuah pelangi, saya masih belum mengetahuinya.

Sebuah tulisan singkat dan sederhana yang diketik cepat tanpa direvisi, dengan tujuan sebagai pengingat diri ini, hamba Allah yang ingin terus memperbaiki diri.
Banda Aceh, Warkop Cut Nun Lingke, 12.15 pm