21 Juni 2016

3 Golongan yang Pertama Kali Masuk Neraka

3 Golongan yang Pertama Kali Masuk Neraka

Setiap kali saya menonton program Berita Islami Masa Kini di Trans TV, saya selalu mencatatnya dengan tujuan sebagai pengingat diri.

Berikut adalah salah satu catatan saya dari tayangan Berita Islami Masa Kini, pada hari Jumat, 13 Juni 2014.

=== 3 Golongan yang Pertama Kali Masuk Neraka ===
1. Orang yang mati syahid, tetapi ingin namanya disebut-sebut sebagai pahlawan.

2. Mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membacanya, tetapi ingin disebut-sebut sebagai orang alim.

3. Orang yang menyedekahkan hartanya, tetapi ingin namanya disebut-sebut sebagai dermawan, hal tersebut juga merupakan penyakit "riya".

Semoga kita senantiasa menjaga diri, memperbaiki diri, dari hal-hal yang tidak disukai oleh Allah SWT dan menjauhkan kita dari-Nya. Aamiin.. Allahumma Aamiin..

04 Juni 2016

A moody Blogger

Susah memang menjadi blogger yang istiqamah dan berada di jalan yang lurus, yaitu dengan rajin mengupdate blog dengan postingan-postingan terbaru dan berkualitas untuk dibaca tentunya. Saya sering mengatakan, “all I need is an internet connection with the high speed”, berhubung di tempat saya, Krueng Raya, Aceh Besar, masih lambat koneksi internetnya, padahal sudah beli kartu internet dan beli pulsa yang mahal. Memang ada sih kartu internet yang murah dan cepat, tetapi ya begitulah, di tempat kami sinyal dari kartu tersebut tidak tersedia, hanya memiliki sinyal dari satu–satunya provider yang paling banyak dipakai oleh orang Aceh, para orang tua khususnya.

Marhaban Yaa Ramadhan

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk kembali merasakan indahnya Ramadhan. Ramadhan, bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Segala keberkahan dan kebaikan tercurah disana. Bulan yang ditunggu-tunggu oleh semua kaum muslimin dan muslimat di seluruh dunia.

08 Maret 2016

Kampung Halamanku (part 1)

2 Februari 2016, hari itu saya ikut membantu pekerjaan Ayah ke kota yang padat dalam urusan persemenan ini. Di jalan pulang yang beberapa kilometer lagi hampir dekat dengan rumah, Ayah berhenti di depan rumah temannya yang merupakan supir truk semen, yang bisa juga dikatakan koleganya.
Pemandangan di depan rumah sederhana itu cukup indah. Saya merasa keluarga mereka bahkan tak perlu untuk piknik, karena pemandangan indah itu ada setiap hari di depan mata mereka.

Saya jadi teringat kata seorang sahabat terbaik, bahwa aku iri denganmu, perjalanan panjang dari kota Banda Aceh ke rumahmu sungguh tak terasa, pemandangannya sangat indah, begitu ujarnya. Saya pun mulai berpikir, bagaimana bisa terkadang saya lupa akan nikmat Tuhan yang satu ini. Meskipun saya harus menempuh jarak yang cukup jauh, pulang pergi kurang lebih 62 km, terkadang menggunakan angkutan umum yang cukup sesak, hal tersebut terbayarkan, karena di sepanjang perjalanan menuju rumah dari Banda Aceh, merupakan lukisan hidup ciptaan Allah, yang berupa hamparan lautan luas dan pegunungan yang tertata rapi bak bergandengan.

Sembari menunggu Ayah bertemu temannya, saya merenung, memandangi ombak di lautan satu persatu yang menghampiri, seumur hidup hingga berusia 25 tahun, pemandangan ini menemani. Tatkala mata, pikiran, dan seluruh tubuh lelah sepulang sekolah, pemandangan indah yang menyejukkan. Melihat sunrise dan sunset setiap hari di perjalanan menuju kota dan kembali ke rumah, saya bersyukur akan segala pemberian Yang Maha Kuasa, Maha Rahman, Maha Rahiim.

16 Agustus 2015

Cerita ini tak lagi sama

Cerita ini tak lagi sama

Cerita ini tak lagi sama, ia sudah berbeda, jauh dari kamu mengenalnya.
Manusia tak akan terus berhenti di satu titik, tentu ia ingin perubahan dan itu ke arah yang lebih baik.

26 Mei 2015

Lakukan Cara yang Berbeda untuk Meningkatkan Skor TOEFL

Lakukan Cara yang Berbeda untuk Meningkatkan Skor TOEFL

Test of English as a Foreign Language atau  disingkat dengan TOEFL, sudah tidak asing lagi di dengar saat ini. Berbagai instansi mensyaratkan skor TOEFL dengan nilai tertentu, baik untuk bekerja di perusahaan, melanjutkan studi di program magister dan doktoral, atau untuk mendaftar beasiswa, sehingga program magister maupun doktoral biayanya tercover oleh sponsor. Selain itu TOEFL juga merupakan salah persyaratan untuk dapat lulus di perguruan tinggi.

Berbagai cara pun ditempuh untuk mempelajari TOEFL, baik mengikuti kursus maupun belajar mandiri, tetapi jika skor TOEFL masih "stuck" di angka yang sama, bisa jadi hal tersebut terjadi karena hal berikut:

Terlalu Fokus Belajar Grammar
Berbeda dengan IELTS, TOEFL tidak memiliki section khusus writing yang memerlukan pemahaman mengenai Grammar lebih dalam. Meskipun ada section writing, tidak semua instansi meminta skor tersebut. Memang tidak ada yang salah dengan Grammar dan berbagai kesulitan yang ada di dalamnya, tetapi dalam mempelajari bahasa yang bukan bahasa Ibu kita, ada baiknya kita lebih fokus pada mendengar (listening). Seperti yang dikemukakan oleh seorang guru Bahasa Inggris A.J Hoke, anak bayi tidak serta merta belajar grammar dan kemudian dapat membaca serta menulis. Hal serupa juga terjadi pada kita yang tidak memiliki kemampuan berbahasa sebelumnya, seperti bayi. Semua hal yang dilakukan oleh bayi agar dapat berkomunikasi dengan orang lain adalah, mereka mendengarkan dan memperhatikan apa yang kita ucapkan, kemudian menirukannya, sehingga dari kemampuannya untuk mendengar ia dapat berbicara. Lalu setelah ia memasuki usia sekolah, baru ia mulai membaca dan menulis. Semua hal tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari mendengar, menulis dan membaca, tentunya memerlukan komitmen untuk terus belajar, latihan, latihan, dan latihan.

Membahas soal-soal TOEFL per-section juga cukup membantu meningkatkan skor TOEFL, tetapi ada hal lain yang perlu dilakukan sebelum membahas soal-soal per-section, seperti yang dikatakan oleh Dosen saya, yaitu "yang penting menambah comprehensionnya". Untuk menambah kemampuan pada tiap section TOEFL, perlu belajar ekstra pada tiap section tersebut.

* Untuk meningkatkan kemampuan dalam listening, biasakan mendengar segala sesuatu yang berbahasa Inggris dan yang berbicara adalah American, hal ini akan sangat membantu dikarenakan jika kita sudah paham dengan apa yang dibicarakan, maka tak akan sulit juga untuk memahami dialog yang ada pada TOEFL listening section.

* Untuk meningkatkan kemampuan pada structure dan reading, hal ini dapat dilakukan secara bersamaan. Karena pada saat reading, kemampuan untuk mendapatkan "sense" dalam menjawab soal structure juga akan ter-update seiring dengan seringnya melakukan reading.

Korelasinya adalah, jika kita rajin listening, maka kemampuan speaking juga akan ikut bertambah. Begitu halnya dengan reading, maka kemampuan akan memahami struktur atau pola kalimat akan bertambah karena sering membaca. Bacalah apa saja, akan tetapi lebih baik yang dibaca adalah artikel-artikel mengenai berbagai bidang ilmu, seperti kesehatan, geografi, biografi tokoh, bahkan sejarah Amerika.

Kunjungi juga website-website seperti the new york times, the newyorker, the guardian, VOA, CNN, BBC, TED.com, dailymail.co.uk, dll untuk meningkatkan kemampuan listening dan reading mu, selamat belajar! ^_^