Sep 10, 2019

Mini Barbershop Recommended di Banda Aceh

Pada tanggal 4 September 2019, sekitar pukul 17.00 WIB saya menemani suami ke sebuah barbershop atau tempat pangkas rambut di Darussalam, Banda Aceh. Akhirnya ya, setelah sekian lama doi tidak mau dipangkas rambutnya, mau juga dipangkas itu si poni-poni lempar di jidat kebanggaannya. Terakhir beliau pangkas rambut sebelum sidang tesis tahap 2 di akhir April 2019, berarti ya sudah lama sekali tidak pangkas. 

Saat kami masih tinggal di Bandung, barbershop langganannya tidak jauh dari kosan kami di Gegerkalong. Selama 2 tahun 9 bulan menetap di Bandung, beliau tidak pernah mau untuk pindah ke barbershop lain. Katanya sih, khawatir kalau rambutnya di pangkas tidak sesuai dengan keinginan.

Akhirnya, setelah sekian lama merenung dan mencari dimana akan memangkas habis rambut panjangnya, pilihan tertuju pada sebuah barbershop mini yang bernama "Mini Barbershop". Tempatnya cukup strategis, tepat di depan jalan yang lumayan sering kami lewati setiap harinya. Mini Barbershop ini bertempat di jalan utama rukoh, teman-teman bisa mengakses melalui Google Map, "Mini Barbershop Rukoh Banda Aceh", agar lebih mudah menemukan alamatnya.

Ketika kami sampai disana, abang barbernya menyambut dengan ramah dan senyum. Lalu bertanya ke suami, "mau dipotong model apa bang"? Buru-buru saya jawab, "kayak artis koreya Park Seo Joon ya bang". Kemudian suami pun ikut menimpali, "pangkas pendek ya bang". Dan abang barbernya pun senyum, lalu melanjutkan kegiatannya memangkas rambut.

Tampak Dalam dan Luar
Tampak Dalam dan Luar
Disana tersedia tempat duduk yang cukup nyaman untuk menunggu, ruangannya meskipun kecil tapi tidak sempit, malah terkesan luas dikarenakan pada bagian depan mini barbershop ini dipenuhi oleh kaca dan pintu kaca yang untuk membukanya harus di sorong ke samping, seperti pintu yang terdapat pada rumah orang Jepang. Ruangannya cukup dingin dan nyaman karena terdapat AC juga disana. Saya menunggu hampir 1 jam pun tidak terasa. Sambil menunggu saya main handphone, dan baru sadar, selama tiga tahun pernikahan baru kali ini saya menunggu suami ke barbershop, wkwk.

Rambutnya suami memang cukup panjang, tapi lumayan cepat abang barbernya mangkas perlahan-lahan namun tetap rapi. Awalnya rambut di semprot menggunakan spray rambut hingga agak basah, baru kemudian dipangkas menggunakan gunting dan alat cukur. Sesekali rambut disisir kemudian menggunakan hair dryer agar rambut yang digunting tetap sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Setelah selesai dipangkas, saya melihat tidak ada rambut yang bercecaran di kemeja suami, karena di bagian leher sudah ditutupi dengan tissue oleh abang barbernya. Untuk bagian bahu dan badan sudah ditutupi dengan kain khusus sebagai pelindung agar rambut tidak mengenai pakaian. Jadi gampang bagi saya untuk mencuci kemeja suami, karena tidak terdapat sisa potongan rambut, sehingga tidak  perlu merendam terpisah dengan pakaian lainnya.

Lalu saat ingin membayar, suami bertanya pada abang barber, "berapa bang"? Abang barber menjawab dengan senyum, "25 ribu bang". Langsung takjub saya nya, untuk potongan kece seperti ini, bayarnya segitu? Maa Shaa Allah, semoga berkah selalu rezekinya ya Mini Barbershop, makin banyak yang terbantu tampil rapi dan keren dengan harga terjangkau, apalagi untuk mahasiswa plus anak kosan, recommended sekali barbershop ini adek-adek sekalian.

Kemudian saya melihat ada sertifikat yang dibingkai dan dipajang dekat dengan tempat duduk saya, langsung jiwa kepo meronta-ronta, "bang, ini sertifikat apa? Sertifikat jadi barber ya?" (padahal udah terpampang nyata disitu, masih nanya, dasar ibu-ibu tak beranak). Bang barber pun menjawab, "iya kak". Lalu lanjut kepo lagi, "ini NBC apa bang"? Dijawab lagi, "yang menyelenggarakan training untuk barbernya kak".

Percakapannya masih berlanjut (bukan kak Intan namanya kalau hanya bercakap sepatah dua patah), "saya promoin di blog saya boleh? Saya ada blog berbayar, tapi enggak pernah saya posting, konten banyak tapi malas posting, bisa ni bang mini barber masuk ke blog saya". Dijawab bang barber, "iya kak boleh boleh". "Oke bang, izin foto-foto ya".

Sertifikat Barber
Sertifikat Barber

Ketika bang barber mengantar kami ke depan pintu, suami sembari mengambil helm diatas stang motor bercakap dengan bang barber, "jauh ni perjalanan kami bang, ke Krueng Raya, hehe". Bang barber senyum-senyum sambil mengangguk-angguk. Lalu saya dan suami pun pulang, sebelum pulang tidak lupa kami ucapkan "terima kasih ya bang". Mata yang nyut-nyut selama ini tiap lihat rambut suami yang berjejer di jidatnya Alhamdulillah berakhir juga, hehehe.

Masya Allah Tabarakallah, Pray and Fight for your Dreams

This Is The Newest Post

Peraturan Berkomentar

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang santun, baik, dan sopan.
- Berkomentarlah sesuai dengan topik (relevan).
- Dilarang keras komentar yang mengandung SARA, pornografi, kekerasan, dan pelecehan.
- Komentar dengan link promo akan masuk spam.

Terima kasih.
P.s. Silahkan klik pada tombol Emoticon jika ingin memasukkan emoticon.
EmoticonEmoticon