Oct 3, 2018

Alternatif Jajan Murah Saat di Mall

Sudah bulan Oktober, bulan dimana banyak tugas kuliah menumpuk, terus menyerang tak henti-henti, sampai bingung mau kerjain tugas yang mana dulu karena semuanya penting dan deadline! Jangan pusing-pusing yaa gaes, tetap tenangkan diri. Shalat harus tepat waktu dan tidak lupa one day one juz biar adem hati, jadi enak ngerjainnya.

Kalau pikiran sudah mumet harusnya gimana ya biar enggak gila? Tenang, solusinya adalah tetap shalat TBM. TBM merupakan singkatan yang diberikan oleh Aa Gym, yaitu shalat Tepat Waktu Berjamaah di Mesjid. Kalau sudah TBM jangan lupa odoj (one day one juz). Iya, semua itu sudah, lalu apa? Datang dan dengarin kajian, kalau tidak memungkinkan datang langsung, bisa nonton streaming di Youtube, Ustadz jaman now sudah memanfaatkan teknologi dong ya, bisa subscribe channel officialnya Aa Gym (K.H Abdullah Gymnastiar), Ustadz Adi Hidayat di channel Akhyar tv, Ustadz Khalid Basalamah di channel Khalid Basalamah, Ustadz Buya Yahya di channel Al-Bahjah tv, Ustadz Abdul Somad di channel Tafaqquh video, dan masih banyak lagi.

Kalau sudah TBM, odoj, subscribe channel para Ustadz dan dengar kajian secara langsung maupun streaming, tapi masih susah dapat inspirasi juga saat kerjain tugas, harus bagaimana? Oh, kalau itu mungkin memang butuh sedikit refreshing, coba jalan-jalan ke objek wisata. Tapi aku kan anak kosan, aku lebih suka mengalokasikan uang bulanan aku ke makanan, dengan makan enak dan cukup aku bisa bahagia. Nah, kalau sudah begitu kamu bisa deh cuci-cuci mata ke mall, kali aja ada barang diskon yang memang sedang kamu butuhkan, atau temani teman yang ingin berbelanja kebutuhannya, kalau ini harus kuat iman ya gaes, jangan terpancing ikut belanja haha (jadi ingat salah satu member CaUmTa yang selalu berakhir dengan ikutan berbelanja padahal awalnya cuma mau temani).

Kalau urusan perut bermasalah, lalu nanti tiba-tiba lapar saat jalan di mall, bagaimana? Ya tinggal makan aja kali di mall kan banyak food court, gitu aja repot. Gini loh, ini lagi bahas kehidupan anak kosan yang pengen jalan dan jajan tapi harus irit, ada solusinya enggak? Hoho sorry, maafkeun eneng, ada nih, cekidot!

1. Sebelum berangkat makan dulu
Makan dulu secukupnya di warteg atau warung padang dekat kosan, atau kalau kamu memang tim yang masak nasi di kosan lalu beli lauk di warteg atau warung padang, silahkan dilanjutkan. Jangan lupa pilih menu yang ada sayurannya, biar sehat dan gizinya tercukupi gaes.

2. Jajan di mini market dekat kosan
Beli roti, biskuit, susu UHT, jus, dan lain-lain, apa aja yang jadi kesukaanmu, yang banyak diskonnya maupun enggak ada diskonnya. Pintar-pintar kamu aja buat memilih cemilan yang tahan lama dan mengenyangkan. Lalu kamu bisa makan di tempat duduk yang disediakan untuk umum di dalam mall. Kalau memang dilarang makan, kamu bisa ke luar mall duduk di tempat yang disediakan.

3. Bawa bekal dari kosan
Kalau kamu anak kosan yang di kosannya lengkap sama dapur, bisa banget nih masak dulu cemilan buat di jalan kalau kena macet lalu lapar, atau cemilan buat di makan saat lapar di mall. Seperti yang sudah dijelaskan pada poin no 2, ada mall yang melarang untuk memakan minuman atau makanan yang dibawa dari luar, kamu bisa makan di luar mall yang biasanya ada disediakan tempat duduk.

4. Makan di warteg atau warung sekitaran mall
Biasanya di sekitaran mall pasti ada warung yang jualan, kamu bisa nih keluar dari mall sebentar buat ngisi perut disana. Tapi jangan lupa, tetap perhatikan kebersihan dan menu yang dijajakan halalan thayyiban ya gaes.

5. Makan di minimarket mall
Biasanya di beberapa mall terdapat minimarket yang menyediakan tempat duduk untuk makan dan minum, serta tersedia juga  air panas. Seperti kemarin saat saya, suami, dan adik tingkat kami Hafiz pulang dari berburu buku di Palasari, kami memutuskan untuk mencari sepatu di Grand Yogya Kepatihan. Tapi baru turun dari grab saya sudah pusing dan lapar, padahal sudah makan nasi kuning dan minum jus beli di warung dekat kosan. Lalu ngelihat isi dompet, Subhanallah. Biaya buat grab waktu berangkat aja nyaris 100 ribu, belum lagi biaya waktu pulang, maka ada biaya yang harus ditekan yaitu biaya makan.

Tepat di pintu masuk saya melihat ada minimarket yang menyediakan kursi dan meja yang terlihat kece buat makan. Waktu member CaUmTa belum pada balik ke kampung sudah sering ngajak kesitu tapi jawabannya adalah, kita sudah makan tadi kak. Akhirnya, langsung saja ngajak suami dan Hafiz buat masuk kesitu. Saya memilih mie instan cup yang hanya saya makan saat darurat saja seperti sekarang. Enggak sehat sebenarnya sering-sering makan mie instan, tapi kan saya hanya sesekali hehe, kemarin merupakan waktu yang tepat buat makan mie instan cup.

Ini Jajanan di Minimarketnya
Ini Jajanan di Minimarketnya

Jajanan diatas hanya mengeluarkan uang sebesar 34.500,-, masih banyak jajanan sehat di minimarket tersebut, saya tidak menyarankan untuk membeli mie instan cup, kemarin kami hanya lagi ingin makan saja, hehe. Masih banyak pilihan lain, ada sereal yang bisa dimakan dengan susu, roti, biskuit, jus, dan lain-lain.

Struk Pembelian
Struk Pembelian

Sekian tips ala anak kosan dari saya yang baru jadi anak kosan sejak tanggal 15 Agustus 2016, belum cukup berpengalaman memang untuk membagi tips, tapi boleh lah ya untuk dicoba tips diatas, semoga bermanfaat. Insya Allah sampai ketemu lagi di postingan selanjutnya.

Oct 1, 2018

Bukan Harganya Tapi Kenangan Bersamanya

Minggu siang, 30 September 2018 lalu kosan kami dikejutkan dengan hilangnya dua pasang sneakers Tomkins pasutri yang sedang berjuang dengan masa-masa akhir tugas akhir mereka. Biasanya pasutri ini jarang sekali tidur di malam hari, jam tidur mereka bisa 1 atau 2 jam sebelum subuh, sang suami malahan sering tidak tidur sama sekali hingga subuh. Namun entah mengapa, malam minggu itu keduanya lumayan cepat tertidur. Sang suami sudah pulas di jam 00.30, menyusul si istri sekitaran jam 01.30, itu pun kalau hp nya tidak jatuh ke wajahnya dia tidak akan berhenti menonton salah satu program reality show kesukaannya di channel Youtube KBS World TV.

Siang itu, si istri baru keluar dari kamar kosan mereka, sambil melihat cucian kotor yang hanya 3-4 potong saja yang ingin segera ia cuci. Kok ada yang aneh ya, kok kelihatan kosong ya, apa ini yang aneh, kok sepertinya ada yang tidak ada, gumamnya dalam hati. Ternyata oh ternyata, "bang, sepatu kita ni mana ya, kok enggak ada, apa ada yang pindahin?". Suaminya terpaku, lalu istrinya tiba-tiba sadar, "Ya Allah sepatu kita dicuri nampaknya ni bang ee"..

Suaminya bergegas ngecek ke lantai 1, lalu ke lantai 3 (kamar mereka di lantai 2), lalu dia memberi tahu istrinya, enggak ada, nampaknya benar dicuri. Lalu ibu di kamar sebelah menyarankan untuk menghubungi bapak kost, mungkin beliau tahu. Lalu mereka melanjutkan kegiatan seperti biasa, dalam hati istrinya sudah mikir macam-macam, bukan karena dulu Amaaknya menanyakan kenapa beli sepatu harga segitu, bukan. Tapi kenangan-kenangan bersama sepatu itu.

Cerita diatas adalah pengalaman pribadi saya dan suami, pengalaman yang sangat tidak mengenakkan selama di Bandung. Karena diatas ceritanya seolah bukan cerita kami, di bawah ini ceritanya tidak lagi menggunakan kata ganti si istri dan suami ya, langsung dengan menyebutkan kata saya saja, hehe biar greget gitu di opening.

Dan bapak kost pun cuma nge-read saja WA suami saya, mulai dah tuh saya mewek, ngomong ke suami, "bang, itu sepatu paling banyak kenangannya, udah nemanin aku dari awal-awal perkuliahan S2 di bumi siliwangi ini, mudik tiap lebaran Idul Fitri 2017 dan 2018, ikut kita pas ke Qatar dan Turki, kuliah lapangan ke BMKG sama teman-teman IPA 2016 dan sama Pak Bayong dosen mata kuliah IPBA (pulang dari BMKG lanjut ke Sea World), Seminar Proposal Tesis, bimbingan tesis sama Prof Ari dan Pak Riandi, last but not least mengitari setiap sudut kota Bandung sama member CaUmTa. Ya Allah aku sedih, lalu keluarlah bulir-bulir bening dari sudut mata ciptaan Allah (yang mereka katakan besar ya matanya) ini.

Sepatu Tomkins kami berdua di Museum Topkapi Turki
Sepatu Tomkins kami berdua di Museum Topkapi Turki

Suami saya pun menjawab, sabar. Abang beli sepatu itu waktu kita mau PK LPDP tahun 2015 di Medan sama Mamak abang, sudah lama sekali kan, selama itu juga dia berbagi kenangan dengan abang, sampe kita nikah dan pindah ke Bandung buat lanjut S2, (dan ini adalah kali kedua suami saya kehilangan sneakers Tomkins, dulu saat S1 juga dicuri orang saat shalat jum'at), Insya Allah nanti Allah ganti lagi dengan yang lebih baik. Sontak saya pun menjawab, Aamiin Insya Allah yakin aja diganti sama Allah dengan beribu kebaikan, yang aku sedih bukan karena harga sepatunya, tapi kenangan bersamanya. Suami pun kembali menjawab, iya sabar, Insya Allah akan ditolong kita selalu sama Allah. 

Saya pun kembali menimpali, iya bang benar. Semua yang ada sama kita kan titipan Allah, enggak ada yang benar-benar milik kita. Mudah bagi Allah untuk mengambil lagi segala kepunyaannya. Seperti saat tsunami 26 Desember 2004 lalu, waktu itu jangankan barang kesayangan yang enggak ada, nyawa pun hampir pergi dari raga, Alhamdulillah bersyukur sekali masih dikasih kesempatan hidup sama Allah. Dan setelah itu, Allah ganti dengan kebaikan beribu kali lipat, Insya Allah selalu ada hikmah dari setiap kejadian yang kita alami, yang penting selalu yakin ke Allah, tautkan hati ke Allah, karena setiap kejadian yang diberikan oleh Allah kepada kita adalah kebaikan.

Sep 3, 2018

Ngeblog di Dalam Labi-Labi (Angkot)

Di provinsi Aceh, di kota Banda Aceh khususnya, selain ada bus Transkutaraja yang baru masuk ke Banda Aceh tahun 2015 lalu, terdapat juga angkutan umum yang sudah lama digunakan masyarakat Aceh, kendaraan ini bisa dikatakan legend, mengingat masyarakat Aceh sudah menggunakannya sejak berpuluh tahun yang lalu. Angkutan umum ini dinamakan labi-labi, yang berbeda dengan angkutan yang ada di provinsi lain, sekilas terlihat mirip dengan angkot, tetapi masih terdapat banyak perbedaan.

Perbedaannya terletak pada jenis mobil yang digunakan, letak pintu masuknya, dan juga model jendelanya. Labi-labi adalah hasil modifikasi dari mobil berjenis pick up, yang ditambahkan dinding dan atap, serta terdapat kursi panjang di bagian kiri dan kanan. Kacanya tinggal di sorong saja seperti model pintu rumah tradisional Jepang.

Para driver labi-labi ini pun kebanyakan kreatif, ada saja ide mereka dalam menghias mobilnya. Seakan-akan dinding dan kaca labi-labi ini ada muralnya, padahal mereka hanya menempelkan stiker saja. Ada yang menempelkan dan menghiasnya sendiri, ada juga yang meminta jasa tukang pasang stiker, atau dibantu oleh teman-teman mereka sesama driver.

Dulu, waktu masih masa-masa golden age saya, sekitaran umur 2-3 tahun, sering dibawa keluarga ke warung kopi kami yang bernama Rakan Droe, lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, jalan kaki 3 menit saja. Warung kopi ini memang jadi tempat ngetem dan tempat minum kopinya driver labi-labi di seluruh Krueng Raya. Namun sayang, Rakan Droe sudah berhenti beroperasi saat sedang ngeri-ngerinya konflik di Aceh, orangtua kami menyewakannya kepada orang lain yang juga kerabat jauh kami. Lalu benar-benar habis tak bersisa saat tsunami 26 Desember 2004 silam. Kini saya berusaha menghidupkan kembali nama Rakan Droe ini menjadi online shop saya, hanya saja penjualan online saat ini jarang aktif, nama IG nya @gerairakandroe.

Kalau ingin bertandang ke Krueng Raya, Aceh Besar, dan tidak memiliki kendaraan pribadi, teman-teman dapat menggunakan labi-labi sebagai sarana transportasinya. Para calon penumpang dapat menunggu di terminal Keudah, dan di halte sepanjang jalur pulang ke arah Krueng Raya. Hanya saja harus agak bersabar dengan labi-labi ini, karena ngetemnya lama.

Kalau tidak mau kepanasan seakan diperam seperti telor ayam di dalam labi-labi, lebih baik menunggu labi-labinya di simpang mesra depan kampus AMIKI saja, yaitu titik terakhir pengangkutan penumpang dari kota Banda Aceh. Daripada menunggu di simpang 5, selain lambat jalannya juga masih banyak titik halte untuk mengangkut penumpang dari arah simpang 5. Perjalanan yang ditempuh dari Banda Aceh hingga sampai di Krueng Raya yaitu sepanjang 31 km.

Di dinding bagian dalam labi-labi terdapat list ongkos yang harus dibayar oleh orang-orang dengan berbagai profesi, seperti mahasiswa, siswa, umum, PNS, siswa BP2IP Ujong Kareung, siswa SUPM Ladong, dll.

Saya yang merupakan warga Krueng Raya, selalu menggunakan labi-labi sebagai alat transportasi, saat keluarga berhalangan untuk mengantar dan menjemput. Apa yang dapat saya lakukan saat bosan di labi-labi? Saya nge-blog dong. Wah bagaimana bisa ngeblog? Kan susah kalau mau buka laptop? Naah, jangan salah. Jaman sekarang apa-apa sudah canggih, tidak perlu buka laptop untuk bisa mengakses blog teman-teman, cukup download aplikasi blogger di playstore, lalu login, dengan mudahnya teman-teman bisa ngeblog di hp saja. Yaa, hanya dengan jempol, tanpa perlu 10 jari seperti saat mengetik di laptop. Karena inspirasi untuk menulis suka datang tiba-tiba, maka akan lebih mudah kan ngeblog di hp saja? Yaa selamat mencoba teman-teman.


Apr 1, 2018

Penyebabku Banyak Makan

Dulu sekali, waktu masih kecil dan bersekolah di taman kanak-kanak, diantara teman-teman seumuranku, aku termasuk anak yang gampang sekali sakit dan daya tahan tubuhnya lemah. Tiada bulan yang terlewati tanpa mendatangi praktek dokter spesialis anak. Samar-samar masih tampak bayangan akan kenangan saat kedua orangtuaku yang menggendong dan mengantri di praktek Almarhum dokter Amin (seingatku nama beliau adalah dokter Amin), yang kini sudah berpulang kepada Sang Khalik. Dokter selalu mengatakan, jangan minum es, dan selalu meresepkan vitamin daya tahan tubuh kepadaku, agar kuat dan sehat, semangat makan dan tidak pilih-pilih.

Bakso Laman Astaghfirullah, Bandung
Bakso Laman Astaghfirullah, Bandung

Hingga akhirnya, kedua orangtuaku, kakak-kakak dan abang-abang, melakukan pengawasan ketat agar aku tidak minum es lagi. Mulai dari Mamak yang menyampaikan kepada Bunda yang menjual es di kios yang bertempat pas di samping TK, untuk menjagaku agar tidak jajan es, juga Kakakku yang tiba-tiba nongol kayak Valak, baik di jendela kelas TK ku, maupun di depan pintu pagar TK, aiih horornya ingat saat itu, hahaha. 

Sebenarnya sakitku yang harus ke dokter tiap bulan itu tak lain dan tak bukan adalah karena radang tenggorokan. Suka minum es di cuaca yang sedang terik, ikut teman-teman sekolah main di halaman tanpa pake topi, pulangnya selalu langsung demam dan perih di tenggorokan. Lucunya, hingga berkuliah di S1 pun aku masih begitu. Tiada bulan tanpa mendatangi dokter. Entah karena bakso yang aku makan selalu pedas dan penuh saos, lalu dilanjutkan dengan segelas Cola dingin. Nikmatnya bakso pedas dan Cola dingin selalu sirna karena radang tenggorokan. 

Bakso pedas dan Cola dingin menjadi makanan dan minuman terfavoritku sejak hari pertama bersekolah di salah satu SMP Negeri di Banda Aceh. Kalau waktu masih di TK dan MIN mana bisa aku sering-sering makan pedas dan minum Cola, pasti Kakakku yang suka nongol tiba-tiba itu sudah melotot, wakakaa. Walaupun dalam seminggu ada beberapa kali minum minuman bersoda di warung kopi milik orangtua kami yang berjarak tak jauh dari rumah. Kalau sudah makan yang pedas dan penuh saos serta bersoda, biasanya pada malam hari, badanku seketika tak enak, langsung radang tenggorokan, bengkak dan perih.

Ponakan-ponakan yang masih batita paling sering mengejek kalau sudah begitu, ada saja yang ditirunya. Entah meniru suaraku yang hilang, meniru aku menangis karena perihnya saat menelan makanan. Seringnya meminum vitamin sejak bayi (orangtuaku sering bawa untuk check up ke dokter padahal enggak sakit, untuk sekedar dikasih vitamin biar sehat terus), membuat aku yang sekarang selalu kuat makan dan nafsu makan. 

Puncaknya aku banyak makan saat aku di kelas 1 SMA semester 2. Meskipun sebelumnya aku banyak makan dan jajan, tapi di kelas 1 SMA ini seperti tak kenyang-kenyang. Saat itu, aku mengalami kecelakaan tabrak lari yang menyebabkan aku koma 2 malam (karena gegar otak ringan), darah mengalir dari telinga sebelah kanan selama berhari-hari (terjadi pendarahan dalam), dan aku diopname hampir sebulan. Lengan kananku yang sebelah kanan patah, hingga Alhamdulillah dapat lurus kembali setelah kurang lebih tiga bulan pasca kecelakaan. Belum lagi bahuku yang sebelah kanan dulu pernah mengalami cidera saat tsunami, bagian itu juga ikut kembali cidera.

Hari-hari di opname, semua Kakak dan Abangku rutin menjenguk, membawa banyak makanan. Makanan di rumah sakit kuhabiskan dengan lahap, makanan yang dibawa Kakak Abang pun ludes. Baru sebentar makan, aku kembali meminta nasi bungkus pada Abang, dan ngomong, lapar lagi ni beli nasi lagi lah. Semua anggota keluargaku sama sekali tak masalah yang penting aku cepat sehat dan beraktivitas seperti sediakala, mereka yakin ini pasti efek obat, baik obat yang diminum maupun yang disuntik tiap sejam sekali (padahal disuntik melalui selang infus tapi perih sekali).

Sudah beberapa bulan berlalu, badanku mengembang dan bengkak, gendut sekali, baju-baju tak ada yang muat lagi. Mulai minder saat dikatain gendut kemanapun aku pergi. Sebenarnya bingung juga, saat kurus aku dibilang tak makan, saat gendut disuruh diet. Tapi mau diet bagaimana, aku masih berobat jalan dan rutin ke dokter spesialis saraf yang menanganiku saat kecelakaan dulu, karena vertigo masih sering menghampiri, belum lagi telinga yang berdengung-dengung karena saat itu pernah mengeluarkan darah. Setelah beberapa kali bolak balik ke dokter tersebut, masih juga kepalaku sering sakit (seperti migrain), karena benjolannya saja masih ada hingga sekarang. Kami pun memutuskan untuk lanjut berobat sama Om Mar, agar bisa total sembuh.

Setelah kecelakaan itu, aku mengalami gangguan sulit tidur, hanya tidur beberapa jam sehari (dan tidak tidur siang), meskipun sebelum kecelakaan aku juga sering tidur telat (diatas jam 12), karena menonton film bersama seluruh anggota keluargaku, di keluarga kami memang jarang ada yang tidur cepat. Jadi untuk mengatasi gangguan tidurku itu, aku meminum vitamin yang diresepkan oleh Om Mar (yang mengobati keluarga kami sejak aku tak lagi ke Almh dokter Amin), agar gampang tertidur. Vitamin herbal yang aku konsumsi itu hanya saat benar-benar tidak bisa tidur, itu pun selalu aku selang-seling minumnya, sama sekali tidak ada efek samping yang berbahaya, Insya Allah.

Namun yang terjadi aku jadi gampang lapar, sebenarnya kata Om Mar itu juga karena aku menderita tukak lambung (penyebabnya karena suka makan pedas dan asam), jadi Om bilang jangan banyak-banyak makan nasi, makan biskuit tawar saja kalau lapar biar enggak gendut. Ya, aku pasti mengiyakan (biar enggak diomelin si Om). Tapi yang terjadi aku bisa makan nasi padang 3x sehari, haha.

Selama di Bandung pun begitu, apalagi cuacanya dingin. Semua sahabat dekatku paham betul, kalau mereka ingin bertemu dengan kami (aku dan suami), pasti selalu di tempat makan. Meskipun agendanya adalah jalan-jalan dan sekedar cuci mata di mall, ujung-ujungnya tetap harus makan. Kalau mereka tidak mampu menghabiskan, dari awal sebelum mereka makan aku sering ngomong, transfer kesini kalo kira-kira enggak habis (ini rakus sih). Tapi ada beberapa adik-adik yang sudah paham. Diniya salah satunya, selalu langsung pisahkan nasinya dan bilang, ini untuk Kakak ya (aih malunya aku).

Meskipun aku sudah jarang minum suplemen herbal tersebut, sepertinya keseringan makan sudah menjadi kebiasaan (tidak bisa ditahan), karena pasti perut perih dan sakit kepala. Belum lagi kalau menonton videonya Bara Ilham di channel Tanboy Kun, seorang youtuber yang selera makanannya persis seperti kesukaanku. Biar saja aku gendut, yang penting sehat dan tidak menyusahkan orang lain. Kalau kata youtuber Eka Gustiwana, biar aja jelek yang penting sombong, haha.

Mar 31, 2018

Welcome, April

Tak terasa sudah berada di bulan keempat pada tahun 2018, sungguh waktu berjalan begitu cepat dan tak disadari. Hari berganti hari, umur kian bertambah, banyak tanggung jawab yang harus diemban, baik pada manusia maupun pada Yang Maha Kuasa. Aktivitas saban hari pun bervariasi, ada suka maupun duka, namun tak ada hari yang terlewati tanpa was-was memikirkan hari yang akan makin dekat dengan Ramadhan, bukannya tak senang dengan Ramadhan, siapa pula yang tak senang dengan bulan penuh MaghfirahNya, berkah dan kebahagiaan tercurah disana, sebulan penuh dimana tiap harinya mustajabah do'a. Ya, berdo'a hanya kepadaNya, Allah Yang Maha Rahman, Maha Rahiim.

Was-was itu muncul tak lain dan tak bukan adalah karena belum tercapainya target, susah mengatur waktu, tak pandai mengelola pikiran agar kuat untuk terus bangkit tiap kali jatuh, dan hal lain yang membuat seakan ada sesuatu yang menghujam jantung dan tampak berat untuk menghela nafas.

Kau punya Rabb-Mu, bukankah kau memilikinya? yang sangat dekat padamu? Maka janganlah berhenti untuk terus mendekati Rabb-mu. Di waktu 1/3 malammu, di ruku' 4 rakaat di awal pagi, di tilawahmu, ditiap rakaat sunah taubat dan hajat sebelum tidurmu, bershalawat kepada Rasul tercintamu disetiap waktu, dan masih banyak lagi. Kau pun punya dzikir pagi dan petang yang dinukilkan oleh Rasulullah, kenapa harus risau?

Tutuplah mata dan telingamu dari hiruk pikuknya dunia, yang menjadikanmu seakan bukan dirimu. Tinggalkanlah basa basi busuk yang hanya menambah dosamu, yang jika untuk menambah bahan pembicaraan adalah dengan membicarakan orang lain. Sungguh itu bukan dirimu. Jika terus ditanyakan kepadamu, jawab saja aku tidak tahu.

Di teras hotel La Villa, Taksim, Istanbul
Di teras hotel La Villa, Taksim, Istanbul

Tak perlu jelaskan pada mereka bahwa kau tidaklah sombong dan angkuh seperti yang mereka kira, hanya karena tak ada waktu untuk membalas obrolan-obrolan manja mereka (?) Bukankah sahabat Rasulmu Ali bin Abi Thalib RA mengatakan, bahwa tak perlu kau jelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tak butuh itu, dan yang tak menyukaimu tak akan percaya itu. Sudahlah, cukuplah rabbMu sebagai sebaik-baiknya penolong, Yang Maha Tahu baik buruknya dirimu, yang akan selalu ada mendengar keluhanmu tentang dunia yang fana ini.

Tentang mengelola waktu, kurang-kurangilah mengobrol di media sosial. Tak perlu selalu bertanya kabar, cukup mendoakannya dalam hati, Insya Allah mereka akan baik saja dalam lindungan Allah. Ingat baik-baik perkataan Rasulmu, berkata yang baik atau diam. Sungguh diam lebih baik ketimbang memulai pembicaraan yang nantinya hanya akan membakar hatimu, pertanyaan kapan begini, kapan begitu, kapan punya ini, kapan punya itu, misalnya?

Semua makhluk di dunia ini sudah digariskan bagaimana jalan hidupnya oleh Allah, kita sebagai manusia yang tak ada daya upaya tanpa kuasa Allah, harus terus menerus berdo'a dan berikhtiar. Agar diberikan kekuatan dalam menjalani hidup di dunia ini, agar diberikan kesempatan untuk dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin tanpa ada waktu yang terbuang percuma.

Maafkanlah yang pernah menyakitimu, meskipun ia tak lagi ingin kenal denganmu, maafkanlah. Tahukah kamu ada pintu surga teruntuk orang yang ikhlas memaafkan saudaranya yang telah menyakitinya? Berlapang dadalah, jaga hatimu jangan kotor dengan tinta hitam setitik pun, tinta hitam perusak amal baikmu, tinta hitam yang menjauhkanmu dari rabbMu.

Bulan April ini, fokuslah dengan target-target hidupmu, target dunia akhiratmu. Jangan putuskan bulir-bulir do'a kepada Rabbmu, itulah kekuatanmu. Kekuatan yang takkan kau temukan dimanapun, sungguh yang Menciptakanmu sangat sayang kepadamu, tanamkanlah itu selalu didalam hati, bahwa Dia takkan meninggalkanmu. 


Jun 21, 2016

3 Golongan yang Pertama Kali Masuk Neraka

Dulu saat masih tinggal bersama orangtua, setiap kali saya menonton program Berita Islami Masa Kini di Trans TV, saya selalu mencatatnya dengan tujuan sebagai pengingat diri dan menambah ilmu.
Sumber: Pixabay

Berikut adalah salah satu catatan saya dari tayangan Berita Islami Masa Kini, pada hari Jumat, 13 Juni 2014.

3 Golongan yang Pertama Kali Masuk Neraka

  • Orang yang mati syahid, tetapi ingin namanya disebut-sebut sebagai pahlawan. Harusnya jika ingin berbuat kebaikan apapun, termasuk berperang di jalan Allah, yang mana menyebabkan kehilangan nyawa (syahid), baiknya luruskan niat agar yang dilakukan benar-benar mencari keridhaan dari Allah semata, agar Allah lebih sayang kepada kita. 
  • Mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membacanya, tetapi ingin disebut-sebut sebagai orang alim. Hal ini yang paling saya takutkan sebagai seorang pengajar dan peneliti. Takut akan pujian dan secara tak sadar menjadi haus pujian dan berubah menjadi ujub, na'udzubillah min dzalik. Cara mengatasinya adalah dengan tidak berharap akan pujian, niatkan ikhlas karena Allah dan pahala akan ilmu yang bermanfaat ketika sudah tiada nanti. 
  • Orang yang menyedekahkan hartanya, tetapi ingin namanya disebut-sebut sebagai dermawan, hal tersebut juga merupakan penyakit "riya". Namanya bersedekah, kalau bisa tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu, begitu pentingnya menyembunyikan identitas saat bersedekah. Namun bagaimana jika niatnya ingin berbagi inspirasi dan mengajak orang lain? Nah, tipsnya nih sebenarnya sangat gampang. Di berbagai media sosial kan banyak tuh Charity Organization seperti ACT (Aksi Cepat Tanggap), kitabisa.com, dan lain-lain yang sudah resmi dan terjamin, nah kita bisa bantu share di sosial media kita juga tentang organisasi tersebut, bagaimana menyumbangnya, dan lain-lain. Intinya kita tidak perlu mengatakan bahwa, "saya sudah menyumbang nih, kamu bagaimana?", enggak perlu sama sekali, namanya manusia tempat salah dan lupa, lebih baik dihindari jika ada celah untuk riya. Kalimatnya bisa diganti dengan yang lebih persuasif, misalnya, dengan tidak mengatakan bahwa kita sudah menyumbang dan lain-lain, sebisa mungkin dihindari. Kecuali kamu memang seorang infuencer di sosial media dan mereka ingin kamu mempromosikan di sosial mediamu dengan kalimat demikian. 
Segala sesuatu memang berawal dari niat, luruskan niat dan tekadkan karena Allah. Sudah tak mampu dihitung lagi seberapa banyak nikmat yang Allah berikan, seberapa sayang Allah kepada kita, takkan mampu kita hitung. Semoga kita senantiasa menjaga diri, memperbaiki diri, dari hal-hal yang tidak disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kita selalu dekat denganNya. Aamiin.. Allahumma Aamiin..