Nov 22, 2011

Menyimpan dan Mengolah Kentang

Menyimpan Kentang

Menyimpan kentang dengan baik memang susah-susah gampang, jika tidak disimpan dengan baik akan menyebabkan kentang busuk, kulitnya berkeriput, dan terdapat bercak-bercak kehijauan. Untuk menghindari bercak-bercak hijau, jangan biarkan kentang tersimpan di tempat yang terang dan terkena sinar. Sebaiknya kentang disimpan di tempat yang gelap dan sejuk. Dengan demikian kentang dapat lebih tahan lama. 
Bercak-bercak berwarna kehijauan berasal dari solanin, yaitu sejenis senyawa alkaloid yang bersifat racun. Jika dikonsumsi terlalu banyak menyebabkan sakit perut, diare, dan sakit kepala. Sebaiknya lapisan kehijauan pada kentang dibuang pada saat mengupas.
Menyimpan dan Mengolah Kentang
Sumber: Pixabay


Mengolah Kentang

Sebelum mengolah kentang, sebaiknya kentang dicuci di bawah air yang mengalir agar kentang bebas dari kotoran yang melekat pada kentang. Kulit kentang di kupas setipis mungkin, dan di potong sesuai dengan jenis makanan apa yang akan di buat. Jangan merendam kentang dalam air rebusannya, buanglah air rebusan setelah dimasak.

1. Membuat Perkedel dan Kroket

Kentang dapat dipotong memanjang dengan ukuran 6 x 6 cm, di goreng sampai matang, kemudian di haluskan dengan menambahkan kocokan telur, bawang putih, garam, dan merica. 

2. Membuat Keripik

Kentang dapat dipotong tipis-tipis sesuai dengan arah panjang kentang, lalu di rendam dalam air kapur sirih, kemudian di tiriskan. Selanjutnya di kukus sampai setengah matang dan dijemur pada wadah datar tanpa bertumpukan.


3. Membuat Semur

Kentang dapat dipotong menjadi 4 bagian kemudian direndam dalam air, ditiriskan, kemudian digoreng sampai matang agar kentang tak mudah hancur saat di olah.

4. Membuat Sup

Dipotong kentang sebesar dadu dengan ukuran 3 x 3 cm, direndam dalam air, ditiriskan. Kemudian dimasukkan dalam panci air yang mendidih setelah wortel dan buncis.

Nov 10, 2011

Tips Agar Tetap Sehat Bonusnya Cantik

Kecantikan adalah titipan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang harus kita jaga dan kita rawat. Menjadi cantik adalah dambaan semua wanita. Dengan menjadi cantik, tidak perlu sampai dengan melakukan hal-hal yang mubadzir dan mahal. Akan tetapi, dengan kecantikan yang sudah ada tentu kita dapat menjadi lebih cantik jika kita melakukan langkah-langkah sederhana dan mudah seperti di bawah ini, check this out!...
Langkah Tetap Cantik
Sumber: Pexels

1. Timbanglah berat badan secara rutin, sarana ini sangat penting untuk mengontrol berat ideal tubuh. Sebab jika berat berlebih akan menimbulkan obesitas (kegemukan), dan jika terlalu kurus juga akan menyebabkan keropos tulang karena berkurangnya kadar lemak dalam tubuh, yang menyebabkan berkurangnya kadar estrogen. Oleh karena itu menimbang berat badan secara rutin sangat diperlukan untuk menjaga berat badan tetap ideal. Untuk menjaga berat ideal, kita dapat melakukannya dengan menghitung indeks massa tubuh.

2. Bersihkan muka setiap kali ingin tidur di malam hari, kulit juga perlu bernafas dengan lapang. Setelah wajah dibersihkan, gunakan sedikit olive oil di seputar mata bagian bawah untuk menghindari kerutan dan lingkaran hitam di bawah mata anda. Gunakan juga olive oil pada bibir, lengan, dan leher anda. Gunakan jangan terlalu banyak, karena akan membuat kesan minyak yang tidak enak jika sudah terlalu banyak. Olive oil dapat membantu menjaga kelembaban dan keelastisan kulit anda.

3. Berdandan dan make up harus di ruangan yang cukup penerangannya, sinar lampu harus langsung datang dari depan atau sedikit di atas kepala, supaya wajah terlihat jelas dan saat mengenakan jelbab serta aksesorisnya pun terlihat jelas.

4. Jaga agar kulit tetap lembut. Selalu sediakan lotion pelembab tubuh di tas anda. Gunakanlah lotion pelembab di tangan dan kaki setiap kali anda selesai mengerjakan shalat, karena kulit anda telah bersih setelah dibasuh dan disegarkan dengan air wudhu. Selain itu, setiap seminggu sekali lakukan scrub tubuh, tak perlu ke salon, cukup melakukan scrubbing sendiri di rumah. Baiknya sebelum melakukan scrub, gunakan juga olive oil. Untuk membantu proses scrubbing.

5. Hindari makanan yang mengandung banyak gula, mengkonsumsi makanan yang mengandung gula tidak hanya menggangu kesehatan, tapi juga menyebabkan obesitas.

6. Berdiri tegak dimanapun berada. Tentu saja untuk dapat tegak 180 derajat sangat sulit. Tapi dapat diusahakan dengan latihan sering-sering merapatkan punggung ke dinding, kemudian ditekan sedikit. Ini merupakan salah satu cara yang mudah dilakukan dan besar manfaatnya.

7. Berdiri tegak tentu akan sulit jika anda menggunakan tas ransel untuk menyimpan barang bawaan anda. Penggunaaan tas ransel yang penuh dan berat dapat disiasati dengan menggunakan tas jinjing sebagai pengganti tas ransel. Jika anda tetap ingin menggunakan tas ransel ya boleh saja, akan tetapi jangan terlalu berat karena akan menimbulkan kesan bungkuk. Gunakan juga tas jinjing untuk mengurangi tas ransel yang berat.

8. Selalu bersihkan rambut. Setelah anda keramas, usahakan sebelum menggunakan jelbab rambut anda telah kering. Karena jika anda mengenakan jelbab namun rambut anda masih basah, akan menimbulkan kerontokan pada rambut anda. Gunakan shampoo yang cocok untuk rambut anda, kemudian bilas. Gunakan conditioner untuk memberi kesan lembut dan tidak kesat. Setelah rambut dikeringkan dengan handuk, gunakan hair tonic untuk menjaga kekuatan rambut dan kesehatan kulit kepala. ketika rambut setengah kering, gunakan vitamin rambut yang dapat menjaga kelembutan, kehalusan, dan kehitaman rambut anda.

9. Lakukan gerak badan setiap hari. Sederhana dan tidak membutuhkan resep yang rumit, namun manfaatnya sangat baik. Misalnya melakukan sit up setiap selesai mengerjakan shalat subuh, menyapu lantai dan halaman, mengepel, dll. Tentu saja aktivitas tersebut dilakukan di pagi hari.

10. Setiap bangun tidur sebelum mencuci mulut minumlah segelas air putih atau lebih. Hal ini membantu anda untuk mengurangi sembelit dan BAB lebih lancar, serta memberi efek lebih segar pada diri anda. Minumlah air putih sebanyak 2 liter sehari.

11. Mempertebal rasa percaya diri. Orang yang cantik bisa melangkah dengan mantap, senyum mengembang, namun tetap rendah diri serta tidak angkuh dan congkak atas kecantikan yang dimiliki, kecantikan yang dimiliki adalah titipan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Apa yang perlu kita sombongkan dari itu. Bertingkah lakulah secara wajar dan dapat berpola pikir secara jernih, itu merupakan kecantikan yang hakiki. Bukan hanya kecantikan luar yang dimiliki, namun juga kecantikan dalam dirinya.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat...

Sep 13, 2011

Sejarah Mikrobiologi dan Kegunaan Mikroskop

Mikrobiologi ialah ilmu yang mempelajari mengenai organisme hidup yang berukuran mikroskopis, disebut dengan mikroorganisme. Menurut Pelczar dan Chan (2006:7), di dalam dunia mikroorganisme terdapat lima kelompok organisme, yaitu bakteri, protozoa, virus, serta alga dan cendawan mikroskopis. Mikroorganisme sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari, beberapa diantaranya bermanfaat dan yang lain merugikan. Banyak diantaranya terdapat di dalam tubuh manusia sebagai flora normal. Beberapa mikroorganisme menyebabkan penyakit, dan yang lainnya terlibat dalam kegiatan manusia sehari-hari, misalnya pembuatan anggur, keju, yoghurt, produksi penisilin, serta proses-proses perlakuan yang berkaitan dengan pembuangan limbah.

Mikrobiologi muncul sebagai bidang Biologi yang sangat berarti. Kini mikroorganisme digunakan oleh para peneliti dalam penelaahan hampir semua gejala biologis yang utama, terutama pada bidang kesehatan. Bidang kesehatan sangat terbantu dengan adanya penemuan mikroskop, yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia. Mikroskop berasal dari bahasa Yunani, micros yang berarti kecil dan scopein yang berarti melihat. Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat mikroorganisme yang dapat ditemukan hampir di seluruh laboratorium. Menurut Utami (2007:68), dalam sejarah yang dikenal sebagai pembuat mikroskop pertama kali adalah Hans Janssen dan Zacharias Janssen pada tahun 1590. Penemuan mikroskop tersebut mendorong ilmuwan lain, seperti Galileo Galilei untuk membuat alat yang sama. Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609, dan mikroskop yang dibuatnya dikenal dengan nama mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut dengan mikroskop optik.

Seiring perkembangan teknologi, pada tahun 1664, ilmuwan berkebangsaan inggris bernama Robert Hooke berhasil merancang mikroskop yang memiliki sumber cahaya sendiri. Mikroskop buatannya ini mampu melihat benda dengan perbesaran hingga 30 kali. Menurut Pratiwi (2008:7), sejarah Mikrobiologi dimulai dari penemuan mikroskop oleh Robert Hooke. Melalui mikroskopnya yang terdiri atas dua lensa sederhana, Hooke mampu melihat ruang-ruang yang ia sebut sebagai sel, yang mengarah pada munculnya teori sel yang mengatakan bahwa seluruh makhluk hidup tersusun atas sel-sel. Meskipun Robert Hooke dapat melihat sel dengan bantuan mikroskopnya, namun tidak adanya metode pewarnaan menyebabkan Hooke tidak dapat melihat mikroorganisme dengan jelas.

Pada 9 Juni 1675, ilmuwan asal Belanda Antonie Van Leeuwenhoek menulis dalam buku hariannya, ”Mengumpulkan Air Hujan dalam Cawan”, dan pada 10 Juni 1675 ia melanjutkan, ”sambil mengamati air tersebut aku berkhayal bahwa aku menemukan makhluk-makhluk hidup, tetapi karena amat sedikitnya serta tidak terdapati dengan mudah, maka hal ini tidak dapat kuterima sebagai hal yang benar”. Maka keesokan harinya ia pun kembali kepada pengamatannya dan mencatat, “Tak ada pikiran padaku bahwa akan tampak makhluk hidup, tetapi setelah kuamati maka dengan penuh kagum aku melihat seribu makhluk hidup dalam setetes air. Animalcules itu merupakan jenis terkecil yang pernah kulihat sampai kini”. Leeuwenhoek lah yang pertama kali mengamati benda hidup dengan menggunakan mikroskop lensa tunggal yang lebih menyerupai kaca pembesar. Leeuwenhoek menyebut benda yang diamatinya sebagai animalcules (hewan kecil). Animalcules itu ia peroleh dari sisa makanan yang menempel di giginya serta dari air hujan, yang kemudian dikenal sebagai bakteri dan protozoa. 

Leeuwenhoek membuat gambar-gambar bakteri yang ditemukannya dari air hujan, air liur, cuka, serta substansi lain yang disertai dengan gambar dan keterangan-keterangan yang menarik. Leeuwenhoek menuangkan penemuan-penemuannya yang menarik itu dalam serangkaian surat sebanyak lebih dari 300 buah yang dikirimkannya kepada sahabat-sahabatnya di Royal Society of London dan French Academy of Sciences.


Salah satu bentuk mikroskop modern. Sumber: Pixabay

Secarik surat bertanggal 17 September 1683 berisi gambar-gambarnya yang pertama tentang bakteri. Leeuwenhoek mengamati makhluk hidup ini dalam suspensi tartar yang dikoreknya dari sela-sela giginya. Kecermatan ketelitian pengamatannya nyata sekali pada gambar-gambar tersebut. Ia membuat sketsa sel bakteri dengan bentuk seperti bola (kokus), silindris/batang (basilus), dan spiral (spirilum). Meskipun sejak masa Leeuwenhoek telah terjadi banyak perubahan dalam mikroskopi, namun kita masih mengenali ketiga bentuk umum yang sama pada bakteri. 

Hasil pengamatan Leeuwenhoek, yang dilaporkannya dalam bentuk surat-surat dibaca orang dengan antusias, tetapi sangat disayangkan arti penemuannya itu tidak dihiraukan oleh orang banyak. Sebelum tahun 1800 orang belum menyadari benar bahwa mikroorganisme adalah penyebab banyak penyakit atau menyebabkan perubahan kimiawi pada bahan-bahan di sekitar kita yang tak terhitung jumlahnya.

Menurut Pelczar dan Chan (2006:7), Leeuwenhoek lah yang pertama melaporkan pengamatannya dengan keterangan dan gambar-gambar yang ia teliti. Leeuwenhoek melakukan pengamatan selama ia mengasah lensa dan membuat mikroskop. Selama hidupnya ia telah membuat lebih dari 250 buah mikroskop, masing-masing terdiri dari lensa tunggal hasil gosokan yang ditanam dalam kerangka kuningan dan perak, kekuatan pembesaran tertinggi yang dapat dicapainya ialah 200-300 kali. Mikroskop tersebut sedikit sekali persamaannya dengan mikroskop cahaya majemuk yang ada sekarang, yang menggunakan dua lensa atau lebih dalam sistem yang dapat memperbesar 1.000-2.000 kali. Leeuwenhoek membuat gambar-gambar bakteri yang ditemukannya dari air hujan, air liur, cuka, serta substansi lain yang disertai dengan gambar dan keterangan-keterangan yang menarik. Leeuwenhoek menuangkan penemuan-penemuannya yang menarik itu dalam serangkaian surat sebanyak lebih dari 300 buah yang dikirimkannya kepada sahabat-sahabatnya pada Royal Society of London dan French Academy of Sciences. Hasil pengamatan Leeuwenhoek, yang dilaporkannya dalam bentuk surat-surat, dibaca orang dengan penuh perhatian, tetapi arti penemuannya itu tidak dihiraukan. Sebelum tahun 1800 orang belum menyadari bahwa mikroorganisme adalah penyebab banyak penyakit atau menyebabkan perubahan kimiawi pada bahan-bahan di sekitar kita yang tak terhitung jumlahnya.

Pada pertengahan abad ke-19 banyak ilmuwan dan filsuf percaya bahwa makhluk hidup muncul secara spontan dari benda tak hidup (teori generatio spontanea), yang meyakini bahwa belatung muncul dari material busuk, ular dan tikus lahir dari tanah lembab. Hal tersebut terus dipercaya sampai tahun 1668, saat Fransesco Redi seorang ilmuwan asal Italia mendemonstrasikan penemuannya bahwa belatung bukan berasal dari daging yang busuk. Percobaan Redi menggunakan tiga buah tabung yang ditutup rapat dan berisi daging busuk, serta tiga buah tabung terbuka yang berisi daging busuk. Hasilnya menunjukkan terdapat belatung diatas daging busuk pada tabung yang terbuka, sedangkan pada tabung tertutup tidak terdapat belatung. Penganut generatio spontanea belum yakin dengan penemuan Redi. Mereka berpendapat bahwa udara sangat diperlukan untuk terjadinya generatio spontanea.

Menurut Pratiwi (2008:8), teori generatio spontanea terus menguat, hingga John Needham yang berkebangsaan Inggris pada tahun 1745 menemukan bahwa, setelah ia memanaskan kaldu dan disimpan dalam botol tertutup, kaldu yang sudah dingin tersebut langsung terdapat mikroorganisme. Needham berpendapat bahwa mikroorganisme muncul dari kaldu. Dua puluh tahun kemudian, Lazzaro Spallanzani yang berasal dari Italia, menemukan bahwa ada kemungkinan mikroorganisme udara yang masuk ke dalam kaldu milik Needham. Spallanzani menempatkan kaldu pada botol tertutup, kemudian dipanaskan dan tidak terdapat mikroorganisme.

Pada tahun 1858, ilmuwan Jerman bernama Rudolf Virchow mengemukakan teori biogenesis, yang berarti semua sel hidup hanya dapat timbul dari sel hidup sebelumnya. Selanjutnya, pada tahun 1861 Louis Pasteur berkebangsaan Perancis melakukan percobaan yang mendukung teori biogenesis, bahwa mikroorganisme terdapat di udara dan dapat mengontaminasi larutan steril. Pasteur meletakkan kaldu pada botol berleher panjang yang dibengkokkan menyerupai huruf S dengan ujung yang terbuka, lalu didihkan dan didinginkan. Pada pengamatan selama beberapa minggu tidak ditemukan adanya kontaminasi mikroorganisme pada kaldu. Desain botol menyebabkan udara masuk, namun leher botol yang melengkung menyebabkan mikroorganisme di udara yang dapat mengontaminasi kaldu terperangkap. Pasteur menunjukkan bahwa mikroorganisme terdapat pada benda tak hidup, benda padat, benda cair, dan udara. Dan ia menyatakan bahwa kehidupan mikroorganisme dapat dihilangkan dengan cara pemanasan, hal tersebut dapat dirancang untuk menutup akses mikroorganisme di udara terhadap lingkungan yang mengandung nutrisi. Penemuan Pasteur menjadi dasar dari teknik aseptik, yaitu teknik pencegahan kontaminasi mikroorganisme yang tidak dikehendaki, kini digunakan sebagai standar kerja di laboratorium dan bagi tindakan medis. 

Sejarah mengenai penemuan mikroskop dan mikrobiologi saling berkaitan satu sama lain. Penemuan mikroskop dan mikrobiologi di masa lalu memberikan manfaat yang besar dalam hidup manusia, yang hingga kini perkembangannya masih terus berlanjut. Menurut Pratiwi (2008:15), mikroorganisme dapat dilihat melalui peningkatan resolusi atau daya pisah dan kontras. Resolusi adalah kemampuan sistem lensa mikroskop untuk memisahkan dua titik yang berdekatan pada spesimen objek. Resolusi dipengaruhi oleh panjang gelombang cahaya yang digunakan dan apertur numerik. Kontras adalah perbedaan pada intensitas pengamatan antara bagian-bagian gambar yang berbeda. Kontras dapat dinaikkan dengan pewarnaan dan pengaturan pada mikroskop. Terdapat beberapa macam mikroskop, yang perbedaannya terdapat pada panjang gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk memproduksi gambar, keadaan lensa dan pengaturan lensa, metode yang digunakan untuk melihat gambar, serta fungsi mikroskop itu sendiri. Mikroskop yang digunakan dalam Mikrobiologi adalah mikroskop cahaya, mikroskop medan terang, mikroskop medan gelap, mikroskop pendar, mikroskop fase kontras, dan mikroskop elektron.

Mikroskop cahaya, yaitu mikroskop yang menggunakan cahaya tampak sebagai sumber cahaya untuk mengamati spesimen. Mikroskop medan terang merupakan mikroskop cahaya yang umum digunakan untuk mengamati mikroorganisme. Mikroorganisme medan gelap digunakan untuk mengamati mikroorganisme yang tidak dapat diamati dengan mikroskop terang. Mikroskop ini menggunakan kondensor khusus dengan latar belakang gelap sehingga mikroorganisme akan tampak berwarna putih dengan latar belakang gelap. Mikroorganisme diwarnai dengan pewarna khusus dan akan nampak berpendar dibawah mikroskop dengan latar belakang gelap. Mikroskop ini memiliki filter eksitasi dan filter penghalang untuk mencegah kerusakan mata. 

Lebih lanjut, menurut Pratiwi (2008:16), mikroskop fase kontras digunakan untuk mengamati struktur internal mikroorganisme dengan sinar-X dan berguna menambah kontras saat mengamati spesimen yang transparan. Confocal microscopy memungkinkan pandangan tiga dimensi sel atau irisan yang sangat tipis. Sinar laser digunakan untuk menghasilkan lembaran-lembaran yang tersusun horizontal setelah pewarnaan fluoresen. Mikroskop elektron digunakan untuk mengamati objek yang berukuran lebih kecil dari 0.2 mm, misalnya virus dan struktur internal sel. Mikroskop elektron tidak menggunakan cahaya biasa atau sinar UV, tetapi menggunakan berkas elektron yang mempunyai panjang gelombang sangat pendek sebagai sumber pencahayaan. Terdapat dua macam mikroskop elektron, yaitu mikroskop elektron transmisi, yang menghasilkan bayangan dua dimensi, dan mikroskop elektron pemayaran yang menghasilkan bayangan tiga dimensi.

Mikroorganisme yang menyebabkan penyakit diantaranya adalah bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Tetapi mikroorganisme juga mempunyai peranan dalam kehidupan manusia. Diantaranya adalah mengubah elemen-elemen kimia, penanganan limbah, bioremidiasi, kontrol hama tanaman, industri dan pertambangan, pangan, bioteknologi modern dan rekayasa genetik, serta dalam bidang farmasi dan kesehatan. Oleh karena itu, mikroskop bermanfaat di dalam pengamatan mikroorganisme, baik mikroorganisme yang menyebabkan penyakit maupun yang bermanfaat dan memberi peranan penting bagi kelangsungan hidup manusia. 

KESIMPULAN

  • Mikrobiologi ialah ilmu yang mempelajari mengenai organisme hidup yang berukuran mikroskopis, disebut dengan mikroorganisme. 
  • Mikroorganisme terdiri dari bakteri, archaea, fungi (jamur), protozoa, alga mikroskopis, dan virus. 
  • Penemuan mikroskop dengan mikroorganisme saling berkaitan. Hans Janssen dan Zacharias Janssen membuat mikroskop pada tahun 1590, yang diikuti oleh Galileo Galilei, Robert Hooke, dan Anthony Van Leeuwenhoek. 
  • Sejarah Mikrobiologi dimulai oleh Robert Hooke pada tahun 1664, yang berhasil merancang mikroskop dan memiliki sumber cahaya sendiri dan mengarah pada teori mengenai sel. 
  • Pada tahun 1675, Antonie Van Leeuwenhoek pertama kali mengamati sisa makanan pada gigi dan air hujan menggunakan mikroskop lensa tunggal. 
  • Penemuan Antonie Van Leeuwenhoek tidak dihiraukan. Hingga pada pertengahan abad ke-19 banyak ilmuwan dan filsuf percaya bahwa makhluk hidup muncul secara spontan dari benda tak hidup (teori generatio spontanea). 
  • Teori tersebut dibantah oleh beberapa ilmuwan seperti Fransesco Redi, John Needham, Lazzaro Spallanzani, Rudolf Virchow, dan Louis Pasteur. 
  • Penemuan Louis Pasteur menjadi dasar dari teknik aseptik, yang kini digunakan sebagai standar kerja di laboratorium dan bagi tindakan medis. 
  • Mikroskop yang digunakan dalam Mikrobiologi diantaranya mikroskop cahaya, mikroskop medan terang, mikroskop medan gelap, mikroskop pendar, mikroskop fase kontras, dan mikroskop elektron.

REFERENSI 

Pelczar, M.J. dan Chan, E. C. S., 2006. Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid 2. Jakarta: UI Press. 

Pratiwi, T.S. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga. 

Utami, P.H. 2007. Mengenal Cahaya dan Optik. Jakarta: Ganeca.

Sep 12, 2011

Kepribadian Fleksibel dan Kepribadian Bunglon

Cerita inspirasi ini saya peroleh dari sebuah website yang kini sudah tidak aktif lagi. Sudah lama sekali, sekitar 9 tahun yang lalu, saya copy paste ke file word sehingga dapat saya baca berulang sebagai pengingat diri sendiri, agar tidak memiliki kepribadian yang buruk serta merugikan orang lain. Terima kasih kepada empunya tulisan. Kemudian saya memutuskan untuk menceritakan kembali dengan versi saya dan agak berbeda  dengan yang diposting di website tersebut, namun memiliki maksud dan tujuan yang sama. Check it out guys!
Kepribadian Fleksibel dan Kepribadian Bunglon
Sumber: Pixabay
Kata fleksibel sering disalah artikan dengan makna berubah-ubah dan tidak sesuai dengan pendirian. Tapi sebenarnya hal itu salah besar kok. Kalau kepribadian fleksibel itu suatu kepribadian yang bisa menempatkan diri sesuai dengan kebutuhan, waktu dan tempat. Tapi kita sering kali salah mengartikan kepribadian fleksibel ini sebagai kepribadian bunglon. Kenapa disebut kepribadian bunglon ?? Jawabnya karena bunglon bisa berubah-ubah sesuai dengan tempatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita simak sepenggal cerita berikut. “Ada seorang pengusaha bernama Pak X yang mendapatkan banyak sekali masalah di kantornya. Saat sampai di rumah beliau di sambut oleh keluarganya. Saat masih di mobil Pak X tadi diajak mainan mobil-mobilan dengan anaknya. Dan di dalam mobil tadi Pak X dan anaknya main mobil-mobilan.”Ngeng….ngeng….ngeng” kata pak X untuk menghibur anaknya. Setelah itu pak X turun dari mobil dan bersalaman dengan istrinya dan menciumnya. Sesampainya di rumah di meja makan ada mertua dari Pak X dan pak X tadi menyalaminya dan memberikan hormat kepada mertuanya tadi”.

Dalam cerita tersebut sosok Pak X memiliki 3 kepribadian yaitu Pak X yang bersifat kekanak-kanakan, Pak X yang bersifat menjadi seorang suami dan Pak X yang bersifat menghargai dan menghormati orang tua. Inilah yang saya maksud dengan Pribadi yang fleksibel dan memang diperlukan dalam hidup kita sehari-hari khususnya untuk kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga. Tapi kebanyakan orang mengira dan tidak mau memiliki kepribadian fleksibel yang mereka kira dan pikir kepribadian fleksibel itu menghancurkan prinsip mereka dan plin plan dalam hidup. Itu salah besar. Mungkin kepribadian yang anda maksud plin plan itu adalah kepribadian bunglon. Kepribadian fleksibel adalah suatu kepribadian yang berubah karena dituntut keadaan tanpa harus merubah prinsip hidup anda. Sedangkan Kepribadian Bunglon adalah suatu kepribadian Plin plan dan tidak sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran dan pribadi anda masing.

Kita review saja kisah berikut. Suatu ketika ada karyawan yang menjelek-jelekkan atasannya saat atasannya belom datang. Tapi saat atasannya lewat di depannya ia berkata “Pak belum pernah ada atasan yang sebaik bapak di kantor ini, atasan di kantor ini dari saya kerja sampai sekarang adalah bapak”. Nah itulah yang namanya kepribadian bunglon yang acap kali antara mulut dan hati tidak sama. Sekarang terserah anda mau memiliki kepribadian yang Fleksibel atau Kepribadian Bunglon ??? Nah gimana guys, sudah tahu kan perbedaan dari kepribadian fleksibel dan kepribadian bunglon? Yuk terus perbaiki diri, agar hal yang baik-baik datang menghampiri kita.

Jul 21, 2011

Laporan Praktikum Botani Tumbuhan Tinggi 1


Disclaimer: dibawah ini merupakan contoh laporan Praktikum Botani Tumbuhan Tinggi, mohon hanya digunakan sebagai rujukan saja, untuk isi secara keseluruhan sebaiknya dikerjakan sendiri agar lebih berkah ilmunya :)


BAB I
PENGENALAN JENIS TUMBUHAN DI LAPANGAN
9 Maret 2011


I.                   Tujuan         :
Mengamati keragaman jenis tumbuhan pada suatu tempat.

II.                Dasar Teori :
Stenis (1988:16) mengatakan,”Yang termasuk flora daerah pada saat daerah
       teoritis dapat dibedakan beberapa tipe, antara lain kebun sayur-sayuran, kebun buah
       buahan, dan tanaman pagar yang membatasi alam”.
            Tjitrosoepomo (1986:254) mengatakan bahwa,”Tumbuhan yang ada di bumi ini selain dapat dalam jumlah besar juga menunjukkan keanekaragaman. Hal inilah yang mendorong manusia melakukan klasifikasi nama”.
            Pratiwi (1992:23) menyatakan,”Tumbuhan tunggal adalah tumbuhan yang memiliki struktur tubuh kompleks dan telah memiliki akar dan daun sejati yang meliputi angiospermae dan gymnospermae”.
Laporan Praktikum Botani Tumbuhan Tinggi 1
Sumber: Pixabay

III.             Alat dan Bahan :
a.       Alat :
-          Alat tulis menulis
b.      Bahan :
-          Tumbuhan yang ada di sekitar kampus.

IV.             Cara Kerja :
1.      Diamati semua jenis tumbuhan yang ada di pekarangan kampus.
2.      Setelah diamati dituliskan nama ilmiah, nama daerah, famili, serta habitus spesies tumbuhan tersebut yang diamati.


V.                Hasil Pengamatan
No.
Nama Ilmiah
Nama lokal
Familia
Habitus
1
Chloris barbata
Rumput goyang
Chirisceae
Semak
2
Capsicum annum
Cabe besar
Solanaceae
Herba
3
Capsicum erutescons
Cabe rawit
Solanaceae
Herba
4
Solanum ningrum
Terong
Solanaceae
Herba
5
Amaranthus spinosus
Bayam duri
Solanaceae
Herba
6
Solanum sp
Terong belanda
Solanaceae
Herba
7
Nicotina tabacum
Tembakau
Solanaceae
Herba
8
Datura metel
Kecubung
Solanaceae
Perdu
9
Solanum licopersicum
Tomat
Solanaceae
Herba
10
Pisalis angulata
Ciplukan
Solanaceae
Herba
11
Solanum
Rimbang
Solanaceae
Herba
12
Aloe vera
Lidah buaya
Liliaceae
Herba
13
Danciafera trifasciata
Lidah mertua
Liliaceae
Herba
14
Solanum tuberosum
Kentang
Solanaceae
Herba
15
Annona muricata
Sirsak
Mimosaceae
Perdu
16
Annona squamosa
Srikaya
Mimosaceae
Perdu
17
Leucine indica
Lamtoro
Mimosaceae
Perdu
18
Parkia speciosa
Petai
Mimosaceae
Perdu
19
Mimosa pudica
Sikejut
Mimosaceae
Semak
20
Cynometra caulifora
Enam-enam
Mimosaceae
Perdu
21
Eucaliptus alba
Kayu putih
Myrtaceae
Pohon
22
Eugeni polyantha
Salam
Myrtaceae
Perdu
23
Psidium guajava
Jambu air
Myrtaceae
Perdu
24
Hibiscus archeri
Kembang sepatu
Malvaceae
Perdu
25
Sweitenia mahageni
Mahoni
Meliaceae
Pohon
26
Bougenvilia spectabilis
Bunga kertas
Nyctaginaceae
Perdu
27
Ficus elastica
Beringin
Moraceae
Pohon
28
Rhoe discolor
Adam hawa
Cominaceae
Herba
29
Colocasia esculenta
Keladi
Aracaceae
Herba
30
Citrus hixtris
Jeruk purut
Rutaceae
Perdu
31
Citrus maxima
Jeruk nipis
Rutaceae
Perdu
32
Bambusa sp
Bambu
Bambusaceae
Perdu
33
Mangifera indica
Mangga
Anacardiaceae
Pohon
34
Tamarindus indica
Asam jawa
Caesalpiniacea
Pohon
35
Nerium oleander
Racunan
Apocynaceae
Perdu
36
Michelia champaca
Cempaka
Magnoliaceae
Perdu
37
Tapalanthus rosea
Tapak dara
Apocynaceae
Pohon
38
Alstonia scholaris
Pulai
Apocynaceae
Perdu
39
Allamanda cathartica
Alamanda
Apocynaceae
Perdu
40
Plumeria acuminata
Kamboja
Apocynaceae
Perdu

Disetujui Asisten Meja



VI.             Pembahasan :
Praktikum pertama pada mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi ialah Pengenalan Jenis Tumbuhan di Lapangan. Tujuan dilakukan praktikum ini ialah untuk mengamati keragaman jenis tumbuhan pada suatu tempat. Pada kesempatan kali ini, kami melakukan pengamatan atau observasi di pekarangan sekitar RKU 4. Selain pengenalan jenis tumbuhan beserta familinya, hal yang perlu dan penting untuk ditekankan di dalam praktikum ini ialah mengetahui habitus tumbuhan. Habitus tumbuhan adalah tempat hidup tumbuhan, berdasarkan ciri-ciri tertentu maka di dalam pengelompokannya di bagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu : herba (tumbuhan basah), perdu (semak), dan pohon. Ciri yang sangat tampak dari habitus herba ialah : tumbuhannya memiliki batang yang lunak (basah). Ciri dari habitus perdu adalah tingginya yang kira-kira ± 5 meter. Dan terakhir ciri dari pohon ialah memiliki kulit kayu untuk melindungi batang dari kerusakan.
Habitus yang paling dominan terdapat di sekitar RKU 4 adalah herba dan beberapa habitus pohon. Dapat kita lihat mengapa hal demikian terjadi, karena memang gedung tersebut jarang dirawat tanamannya. Menurut observasi kelompok kami, famili tumbuhan yang paling dominan ialah Solanaceae. Solanaceae adalah suku terong-terongan. Walaupun sebagian besar spesies dari famili ini bermanfaat karena dapat digunakan sebagai sayur-sayuran, namun ada juga yang yang bersifat gulma. Gulma ialah tumbuhan yang bersifat hama, atau bersifat parasit yang merugikan tumbuhan lain.

VII.          Kesimpulan :
Setelah melakukan praktikum dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Habitus adalah tempat tinggal tumbuhan, atau daerah tumbuhan menetap.
2.      Habitus dikelompokkan menjadi : herba, perdu (semak), dan pohon.
3.      Ciri dari tumbuhan berhabitus herba ialah batangnya lunak dan basah.
4.      Ciri dari tumbuhan yang berhabitus perdu adalah tinggi tumbuhannya ± 5 meter.
5.      Ciri dari tumbuhan berhabitus pohon ialah memiliki kulit kayu untuk melindungi batangnya.
6.      Famili yang dominan di sekitar RKU 4 ialah Solanaceae.
7.      Cabe rawit, Cabe besar, Tomat, Terong, dll merupakan famili dari Solanaceae.


Daftar Pustaka
Pratiwi. 1992. Botani Tumbuhan Tinggi. Jakarta : Erlangga.
Stenis. 1988. Flores. Jakarta : Erlangga.
Tjitrosoepomo, G. 1986. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : UGM Press.