Oct 3, 2018

Alternatif Jajan Murah Saat di Mall

Sudah bulan Oktober, bulan dimana banyak tugas kuliah menumpuk, terus menyerang tak henti-henti, sampai bingung mau kerjain tugas yang mana dulu karena semuanya penting dan deadline! Jangan pusing-pusing yaa gaes, tetap tenangkan diri. Shalat harus tepat waktu dan tidak lupa one day one juz biar adem hati, jadi enak ngerjainnya.

Kalau pikiran sudah mumet harusnya gimana ya biar enggak gila? Tenang, solusinya adalah tetap shalat TBM. TBM merupakan singkatan yang diberikan oleh Aa Gym, yaitu shalat Tepat Waktu Berjamaah di Mesjid. Kalau sudah TBM jangan lupa odoj (one day one juz). Iya, semua itu sudah, lalu apa? Datang dan dengarin kajian, kalau tidak memungkinkan datang langsung, bisa nonton streaming di Youtube, Ustadz jaman now sudah memanfaatkan teknologi dong ya, bisa subscribe channel officialnya Aa Gym (K.H Abdullah Gymnastiar), Ustadz Adi Hidayat di channel Akhyar tv, Ustadz Khalid Basalamah di channel Khalid Basalamah, Ustadz Buya Yahya di channel Al-Bahjah tv, Ustadz Abdul Somad di channel Tafaqquh video, dan masih banyak lagi.

Kalau sudah TBM, odoj, subscribe channel para Ustadz dan dengar kajian secara langsung maupun streaming, tapi masih susah dapat inspirasi juga saat kerjain tugas, harus bagaimana? Oh, kalau itu mungkin memang butuh sedikit refreshing, coba jalan-jalan ke objek wisata. Tapi aku kan anak kosan, aku lebih suka mengalokasikan uang bulanan aku ke makanan, dengan makan enak dan cukup aku bisa bahagia. Nah, kalau sudah begitu kamu bisa deh cuci-cuci mata ke mall, kali aja ada barang diskon yang memang sedang kamu butuhkan, atau temani teman yang ingin berbelanja kebutuhannya, kalau ini harus kuat iman ya gaes, jangan terpancing ikut belanja haha (jadi ingat salah satu member CaUmTa yang selalu berakhir dengan ikutan berbelanja padahal awalnya cuma mau temani).

Kalau urusan perut bermasalah, lalu nanti tiba-tiba lapar saat jalan di mall, bagaimana? Ya tinggal makan aja kali di mall kan banyak food court, gitu aja repot. Gini loh, ini lagi bahas kehidupan anak kosan yang pengen jalan dan jajan tapi harus irit, ada solusinya enggak? Hoho sorry, maafkeun eneng, ada nih, cekidot!

1. Sebelum berangkat makan dulu
Makan dulu secukupnya di warteg atau warung padang dekat kosan, atau kalau kamu memang tim yang masak nasi di kosan lalu beli lauk di warteg atau warung padang, silahkan dilanjutkan. Jangan lupa pilih menu yang ada sayurannya, biar sehat dan gizinya tercukupi gaes.

2. Jajan di mini market dekat kosan
Beli roti, biskuit, susu UHT, jus, dan lain-lain, apa aja yang jadi kesukaanmu, yang banyak diskonnya maupun enggak ada diskonnya. Pintar-pintar kamu aja buat memilih cemilan yang tahan lama dan mengenyangkan. Lalu kamu bisa makan di tempat duduk yang disediakan untuk umum di dalam mall. Kalau memang dilarang makan, kamu bisa ke luar mall duduk di tempat yang disediakan.

3. Bawa bekal dari kosan
Kalau kamu anak kosan yang di kosannya lengkap sama dapur, bisa banget nih masak dulu cemilan buat di jalan kalau kena macet lalu lapar, atau cemilan buat di makan saat lapar di mall. Seperti yang sudah dijelaskan pada poin no 2, ada mall yang melarang untuk memakan minuman atau makanan yang dibawa dari luar, kamu bisa makan di luar mall yang biasanya ada disediakan tempat duduk.

4. Makan di warteg atau warung sekitaran mall
Biasanya di sekitaran mall pasti ada warung yang jualan, kamu bisa nih keluar dari mall sebentar buat ngisi perut disana. Tapi jangan lupa, tetap perhatikan kebersihan dan menu yang dijajakan halalan thayyiban ya gaes.

5. Makan di minimarket mall
Biasanya di beberapa mall terdapat minimarket yang menyediakan tempat duduk untuk makan dan minum, serta tersedia juga  air panas. Seperti kemarin saat saya, suami, dan adik tingkat kami Hafiz pulang dari berburu buku di Palasari, kami memutuskan untuk mencari sepatu di Grand Yogya Kepatihan. Tapi baru turun dari grab saya sudah pusing dan lapar, padahal sudah makan nasi kuning dan minum jus beli di warung dekat kosan. Lalu ngelihat isi dompet, Subhanallah. Biaya buat grab waktu berangkat aja nyaris 100 ribu, belum lagi biaya waktu pulang, maka ada biaya yang harus ditekan yaitu biaya makan.

Tepat di pintu masuk saya melihat ada minimarket yang menyediakan kursi dan meja yang terlihat kece buat makan. Waktu member CaUmTa belum pada balik ke kampung sudah sering ngajak kesitu tapi jawabannya adalah, kita sudah makan tadi kak. Akhirnya, langsung saja ngajak suami dan Hafiz buat masuk kesitu. Saya memilih mie instan cup yang hanya saya makan saat darurat saja seperti sekarang. Enggak sehat sebenarnya sering-sering makan mie instan, tapi kan saya hanya sesekali hehe, kemarin merupakan waktu yang tepat buat makan mie instan cup.

Ini Jajanan di Minimarketnya
Ini Jajanan di Minimarketnya

Jajanan diatas hanya mengeluarkan uang sebesar 34.500,-, masih banyak jajanan sehat di minimarket tersebut, saya tidak menyarankan untuk membeli mie instan cup, kemarin kami hanya lagi ingin makan saja, hehe. Masih banyak pilihan lain, ada sereal yang bisa dimakan dengan susu, roti, biskuit, jus, dan lain-lain.

Struk Pembelian
Struk Pembelian

Sekian tips ala anak kosan dari saya yang baru jadi anak kosan sejak tanggal 15 Agustus 2016, belum cukup berpengalaman memang untuk membagi tips, tapi boleh lah ya untuk dicoba tips diatas, semoga bermanfaat. Anak kosan harus bahagia agar tenang menjalani studi. Bahagia datang karena bersyukur, merasa cukup, dan tidak berlebih-lebihan. Sampai disini dulu ya teman-teman, Insya Allah sampai ketemu lagi di postingan selanjutnya.

Oct 1, 2018

Bukan Harganya Tapi Kenangan Bersamanya

Minggu siang, 30 September 2018 lalu kosan kami dikejutkan dengan hilangnya dua pasang sneakers Tomkins pasutri yang sedang berjuang dengan masa-masa akhir tugas akhir mereka. Biasanya pasutri ini jarang sekali tidur di malam hari, jam tidur mereka bisa 1 atau 2 jam sebelum subuh, sang suami malahan sering tidak tidur sama sekali hingga subuh, yang berakibat istrinya pun iku-ikutan tidak tidur pula hingga waktu subuh tiba. Namun entah mengapa, malam minggu itu keduanya lumayan cepat tertidur. Sang suami sudah pulas di jam 00.30, menyusul si istri sekitaran jam 01.30, itu pun kalau hp nya tidak jatuh ke wajahnya dia tidak akan berhenti menonton salah satu program reality show kesukaannya di channel Youtube KBS World TV.

Siang itu, si istri baru keluar dari kamar kosan mereka, sambil melihat cucian kotor yang hanya 3-4 potong saja yang ingin segera ia cuci. Kok ada yang aneh ya, kok kelihatan kosong ya, apa ini yang aneh, kok sepertinya ada yang tidak ada, gumamnya dalam hati. Ternyata oh ternyata, "bang, sepatu kita ni mana ya, kok enggak ada, apa ada yang pindahin?". Suaminya terpaku, lalu istrinya tiba-tiba sadar, "Ya Allah sepatu kita dicuri nampaknya ni bang ee"..

Suaminya bergegas ngecek ke lantai 1, lalu ke lantai 3 (kamar mereka di lantai 2), lalu dia memberi tahu istrinya, enggak ada, nampaknya benar dicuri. Lalu ibu di kamar sebelah menyarankan untuk menghubungi bapak kost, mungkin beliau tahu. Lalu mereka melanjutkan kegiatan seperti biasa, dalam hati istrinya sudah mikir macam-macam, bukan karena dulu Amaaknya menanyakan kenapa beli sepatu harga segitu, bukan. Tapi kenangan-kenangan bersama sepatu itu.

Cerita diatas adalah pengalaman pribadi saya dan suami, pengalaman yang sangat tidak mengenakkan selama di Bandung. Karena diatas ceritanya seolah bukan cerita kami, maka di bawah ini ceritanya tidak lagi menggunakan kata ganti si istri dan suami ya, langsung dengan menyebutkan kata saya saja, hehe biar greget aja sih kayak gitu di opening, hehe.

Dan bapak kost pun cuma nge-read saja WA suami saya, mulai dah tuh saya mewek, ngomong ke suami, "bang, itu sepatu paling banyak kenangannya, udah nemanin aku dari awal-awal perkuliahan S2 di bumi siliwangi ini, mudik tiap lebaran Idul Fitri 2017 dan 2018, ikut kita pas ke Qatar dan Turki, kuliah lapangan ke BMKG sama teman-teman IPA 2016 dan sama Pak Bayong dosen mata kuliah IPBA (pulang dari BMKG lanjut ke Sea World), Seminar Proposal Tesis, bimbingan tesis sama Prof Ari dan Pak Riandi, last but not least mengitari setiap sudut kota Bandung sama member CaUmTa dan saat berwisata dengan teman-teman saat perkuliahan di S1 dulu yang mengunjungi kami di Bandung. Ya Allah aku sedih, lalu keluarlah bulir-bulir bening dari sudut mata ciptaan Allah (yang mereka katakan besar ya matanya) ini.

Sepatu Tomkins kami berdua di Museum Topkapi Turki
Sepatu Tomkins kami berdua di Museum Topkapi Turki

Suami saya pun menjawab, sabar. Abang beli sepatu itu waktu kita mau PK LPDP tahun 2015 di Medan sama Mamak abang, sudah lama sekali kan, selama itu juga dia berbagi kenangan dengan abang, sampe kita nikah dan pindah ke Bandung buat lanjut S2, (dan ini adalah kali kedua suami saya kehilangan sneakers Tomkins, dulu saat S1 juga dicuri orang saat shalat jum'at), Insya Allah nanti Allah ganti lagi dengan yang lebih baik. Sontak saya pun menjawab, Aamiin Insya Allah yakin aja diganti sama Allah dengan beribu kebaikan, yang aku sedih bukan karena harga sepatunya, tapi kenangan bersamanya. Suami pun kembali menjawab, iya sabar, Insya Allah akan ditolong kita selalu sama Allah. 

Saya pun kembali menimpali, iya bang benar. Semua yang ada sama kita kan titipan Allah, enggak ada yang benar-benar milik kita. Mudah bagi Allah untuk mengambil lagi segala kepunyaannya. Seperti saat tsunami 26 Desember 2004 lalu, waktu itu jangankan barang kesayangan yang hilang, nyawa pun hampir pergi dari raga, Alhamdulillah bersyukur sekali masih dikasih kesempatan hidup sama Allah. Dan setelah itu, Allah ganti dengan kebaikan beribu kali lipat, Insya Allah selalu ada hikmah dari setiap kejadian yang kita alami, yang penting selalu yakin ke Allah, tautkan hati ke Allah, karena setiap kejadian yang terjadi pada kita dikehendaki oleh Allah, oleh karena itu harus selalu yakin bahwa apa yang Allah takdirkan untuk hidup kita adalah kebaikan.