Apr 10, 2012

Meretas Jalan Mengenal Allah

Tidak akan tercapai suatu tujuan tanpa sebuah proses. Mengenal Allah juga membutuhkan proses. Sekalipun kita sudah muslim sedari lahir, namun tetap saja kita harus menempuh proses ini agar kecintaan kita semakin besar kepada Allah SWT semata. Semua yang ada di langit dan di bumi, seluruh isi alam semesta ini, merupakan gugusan jalan untuk mengenal Allah. Proses mengenal Allah dapat ditempuh melalui jalan sebagai berikut.
Meretas Jalan Mengenal Allah
Sumber: Pixabay

1. Akal

Akal yang diciptakan Allah sebagai pelengkap kehidupan manusia adalah untuk memahami ayat-ayat qauniyah (tanda-tanda di alam semesta) dan ayat-ayat qauliyah (firman Allah).

Fenomena Terjadinya alam

Setiap sesuatu yang terjadi, sesuatu yang ada, pasti ada yang mengadakan dan menciptakan. Begitu halnya dengan alam semesta ini beserta segala isinya, tentu ada yang menciptakan. Lihatlah gunung hijau yang berdiri dengan kokoh, aliran sungai yang bermuara ke laut, langit yang tegak tanpa tiang, planet-planet beredar dengan penuh keteraturan. Hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan terdapat beraneka ragam di laut dan di darat, masing-masing memiliki manfaat yang dapat digunakan oleh manusia. Allah SWT berfirman dalam Q.S Ath-Thuur 35-36, yang artinya “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).

Fenomena Kehendak Yang Tinggi

Jika saja kadar oksigen di udara bukan 21% maka semua materi yang ada di bumi bisa terbakar dengan segera. Renungkanlah siapa yang mengatur dan memformulasikan agar kadar oksigen di udara 21% sehingga ada kehidupan di bumi ini ? bukankah hal ini menunjukkan bahwa adanya kehendak yang agung yang bersumber dari yang Maha Pintar dan Maha Bijaksana, bahwa Allah lah yang yang berkehendak menentukan segala sesuatu sebagai ketetapan yang terbaik. Allah SWT berfirman dalam Q.S Ali Imran : 190 yang artinya, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”.

Fenomena Kehidupan

Kehidupan berbagai makhluk di atas bumi ini menunjukkan bahwa ada yang menciptakan, menentukan rezekinya, dan meniup ruh kehidupan pada dirinya. Allah berfirman dalam Q.S Al-Ankabut : 20 yang artinya,” Katakanlah: ‘Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Maksudnya Allah SWT akan membangkitkan manusia sesudah mati kelak di akhirat. Selanjutnya, pada Q.S Al-Anbiya : 30-31 Allah SWT berfirman yang artinya, ” Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk”. 

Bagaimanapun pintarnya manusia, ia takkan mampu membuat seekor lalat pun, Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Hajj : 73-74 yang artinya, “Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah amat lemahlah pula yang disembah. Mereka yang tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha perkasa”.


Fenomena Petunjuk dan Ilham

Hal apakah yang mendorong seekor ayam betina membalik-balikkan telur yang sedang dieraminya, agar anak-anak ayam yang sedang mengalami proses di dalam telur tidak mengalami pengendapan ? Dengan cara itulah generasi ayam tetap lestari hingga saat ini. Siapa yang mengajarinya untuk melakukan hal itu ? Bukankah ada hidayah yang sempurna untuk mempertahankan kelangsungan keturunan dari Zat Yang Maha Mengetahui ciptaanNya ? Nabi Musa ‘alaihi salam berkata, “ Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk”. (Q.S Thaha : 50).


Fenomena Hikmah

Mengapa bibir-bibir Unta terbelah ? Banyak hikmah dibalik hal tersebut, diantaranya adalah untuk membantu Unta memakan tumbuh-tumbuhan padang pasir yang berduri dan keras. Kaki Unta pun sesuai dengan daerah berpasir, sehingga ia tidak kesulitan. Contoh lain yang sangat sederhana ialah adanya alis pada manusia. Jika manusia tidak memiliki alis, akan sangat mudah keringat dari jidat menetes ke wajah. Kemudian jika manusia tidak memiliki kelopak mata, tentu mata akan perih ketika ada debu karena mata tidak dapat ditutup. Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT di muka bumi ini, di segala penjuru alam semesta ini ada hikmahnya. Dalam Q.S Yusuf ayat 105 Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya ?”.

Fenomena Pengabulan Do’a

Manusia yang penuh kelemahan akan menemui saat-saat dimana ia tidak mungkin bergantung kepada siapapun kecuali Allah. Baik muslim maupun kafir, ketika ia menghadapi hal yang membahayakan pasti akan berdo’a. Saat do’a dikabulkan adalah saat dimana manusia seharusnya merenung siapa yang mendengar do’a dan kemudian mengabulkannya. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al An’am : 63-64 yang artinya, “Katakanlah : ‘Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo’a kepadaNya dengan berendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan) : “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur. ‘Katakanlah : ‘Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu dapat kembali mempersekutukanNya”.

2. Asmaul Husna

Jalan untuk mengenal Allah yang lain adalah dengan memahami asma-asmaNya. Pengetahuan dan keyakinan akan asma Allah akan menambah keimanan seseorang. Bahwa Allah lah yang menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, beserta seluruh alam jagad raya ini. Allah Maha Pemberi Rezeki, Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Cobalah hitung jumlah ikan-ikan di lautan, pernahkah mereka mati serentak satu hari saja jika tidak mendapat makanan ? Ambillah segumpal tanah, amati mikroba-mikroba yang terdapat jutaan di dalamnya. Pernahkah terpikir oleh kita siapa yang memberi rezeki mereka ? Di setiap waktu, di segala penjuru dunia ? Subhanallah, Maha Suci Allah... Dalam kekuasaan Allah lah semua nyawa makhluk hidup di seluruh alam semesta ini, dalam ketentuanNya pula bagian rezeki dari masing-masing makhlukNya. Untuk apa kita bersusah payah merenung nasib jika sesuatu hal yang telah kita usahakan dan telah kita berdo’a tidak kita dapati. Bukankah Allah sudah mengatur dan membagi rezeki kepada semua hambaNya yang taat, yang ikhlas berusaha dan berdo’a.

Allah SWT berfirman dalam Q.S Huud : 6 yang artinya, “Dan tidak suatu binatang melata pun dibumi melainkan Allah lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”.

Demikianlah, lewat akal dan lewat kehebatan asmaNya seseorang dituntun untuk mengenal Allah. Ketika ma’rifatullah itu telah tumbuh subur, ketika itu pula ia memahami hakikat kehidupan yang dijalaninya, itulah saat seseorang merasakan kelapangan hidup, keindahan hidup, yang hanya bisa dicapai oleh orang-orang yang mengenal penciptanya.

Lebih baik lagi jika kita membaca Asmaul Husna dan merenungkan artinya setiap hari. Agar kita menjadi insan yang semakin hari semakin bertambah kecintaannya kepada Allah SWT.

Part of Caturekamandala PK 41-LPDP.

Aceh Besar, Indonesia. A Future Educator, Insya Allah

Peraturan Berkomentar

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang santun, baik, dan sopan.
- Berkomentarlah sesuai dengan topik (relevan).
- Dilarang keras komentar yang mengandung SARA, pornografi, kekerasan, dan pelecehan.
- Komentar dengan link promo akan masuk spam.

Terima kasih.
P.s. Silahkan klik pada tombol Emoticon jika ingin memasukkan emoticon.
EmoticonEmoticon