Sep 13, 2011

Perkenalan dengan Mikrobiologi

Mikrobiologi ialah ilmu yang mempelajari mengenai organisme hidup yang berukuran mikroskopis. Di dalam dunia mikroorganisme terdapat lima kelompok organisme, yaitu: bakteri, protozoa, virus, serta algae dan cendawan mikroskopis. Dalam bidang mikrobiologi kita mempelajari banyak segi mengenai jasad-jasad renik (dinamakan juga mikroba atau protista): dimana adanya ciri-ciri kekerabatan antara sesamanya seperti juga dengan kelompok organisme lainnya, pengendaliannya, dan peranannya dalam kesehatan dan kesejahteraan kita.

Mikroorganisme sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari, beberapa diantaranya bermanfaat dan yang lain merugikan. Banyak diantaranya terdapat di dalam tubuh manusia. Beberapa mikroorganisme menyebabkan penyakit, dan yang lainnya terlibat dalam kegiatan manusia sehari-hari, misalnya pembuatan anggur, keju, yoghurt, produksi penisilin, serta proses-proses perlakuan yang berkaitan dengan pembuangan limbah.

Dunia jasad renik barulah ditemukan sekitar 300 tahun yang lalu, dan makna yang sesungguhnya mengenai mikroorganisme itu barulah dipahami dan dihargai 200 tahun kemudian. Selama 40 tahun terakhir, mikrobiologi muncul sebagai bidang Biologi yang sangat berarti. Kini mikroorganisme digunakan oleh para peneliti dalam penelaahan hampir semua gejala biologis yang utama. 

Mikroskop dan Penemuan Jasad Renik

Anthony Van Leeuwenhoek (1632-1723), seorang mahasiswa Ilmu Pengetahuan Alam asal Belanda, bukanlah orang pertama yang melihat mikrobe yang disebut bakteri dan protozoa, namun Leeuwenhoek lah yang pertama melaporkan pengamatannya dengan keterangan dan gambar-gambar yang ia teliti. Leeuwenhoek melakukan pengamatan selama ia memburu hobinya mengasah lensa dan membuat mikroskop. Selama hidupnya ia telah membuat lebih dari 250 buah mikroskop, masing-masing terdiri dari lensa tunggal hasil gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka kuningan dan perak ; kekuatan pembesaran tertinggi yang dapat dicapainya ialah 200-300 kali . Mikroskop tersebut sedikit sekali persamaannya dengan mikroskop cahaya majemuk yang ada sekarang, yang menggunakan dua lensa atau lebih dalam sistem yang dapat memperbesar 1.000-2.000 kali. Tetapi lensa-lensa mikroskop Leeuwenhook dibuat dengan baik, dan Leeuwenhoek memiliki jiwa terbuka yang merupakan syarat amat penting bagi peneliti.
Perkenalan dengan Mikrobiologi
Salah satu bentuk mikroskop modern. Sumber: Pixabay

Pada tanggal 9 Juni 1675, Leeuwenhoek menulis dalam buku hariannya, ”Mengumpulkan Air Hujan dalam Cawan”, dan pada 10 Juni 1675 ia melanjutkan, ”Sambil mengamati air tersebut aku berkhayal bahwa aku menemukan makhluk-makhluk hidup ; tetapi karena amat sedikitnya serta tidak terdapati dengan mudah, maka hal ini tidak dapat kuterima sebagai hal yang benar”. Maka keesokan harinya ia pun kembali kepada pengamatannya dan mencatat, “Tak ada pikiran padaku bahwa akan tampak makhluk hidup, tetapi setelah kuamati maka dengan penuh kagum aku melihat seribu makhluk hidup dalam setetes air. Animalkul itu merupakan jenis terkecil yang pernah kulihat sampai kini”. Leeuwenhoek membuat gambar-gambar bakteri yang ditemukannya dari air hujan, air liur, cuka, serta substansi lain yang disertai dengan gambar dan keterangan-keterangan yang menarik. Leeuwenhoek menuangkan penemuan-penemuannya yang menarik itu dalam serangkaian surat sebanyak lebih dari 300 buah yang dikirimkannya kepada sahabat-sahabatnya pada Royal Society of London dan French Academy of Sciences.

Secarik surat bertanggal 17 September 1683 berisi gambar-gambarnya yang pertama tentang bakteri. Leeuwenhoek mengamati makhluk hidup ini dalam suspensi tartar yang dikoreknya dari sela-sela giginya. Kecermatan ketelitian pengamatannya nyata sekali pada gambar-gambar tersebut. Ia membuat sketsa sel bakteri dengan bentuk seperti bola (kokus), silindris/batang (basilus), dan spiral (spirilum). Meskipun sejak masa Leeuwenhoek telah terjadi banyak perubahan dalam mikroskopi, namun kita masih mengenali ketiga bentuk umum yang sama pada bakteri. 

Hasil pengamatan Leeuwenhoek, yang dilaporkannya dalam bentuk surat-surat penuh semangat, dibaca orang dengan penuh perhatian, tetapi arti penemuannya itu tidak dihiraukan. Sebelum tahun 1800 orang belum menyadari benar bahwa mikroorganisme adalah penyebab banyak penyakit atau menyebabkan perubahan kimiawi pada bahan-bahan di sekitar kita yang tak terhitung jumlahnya.

Part of Caturekamandala PK 41-LPDP.

Aceh Besar, Indonesia. A Future Educator, Insya Allah

Peraturan Berkomentar

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang santun, baik, dan sopan.
- Berkomentarlah sesuai dengan topik (relevan).
- Dilarang keras komentar yang mengandung SARA, pornografi, kekerasan, dan pelecehan.
- Komentar dengan link promo akan masuk spam.

Terima kasih.
P.s. Silahkan klik pada tombol Emoticon jika ingin memasukkan emoticon.
EmoticonEmoticon