Jul 18, 2011

Lipid

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Pendahuluan
Ciri dari makhluk hidup salah satunya ialah memerlukan makanan demi kelangsungan hidupnya. Hal ini disebabkan karena tubuh memerlukan asupan nutrisi. Makanan merupakan sumber dari asupan nutrisi tersebut. Namun makanan yang kita makan memiliki kandungan nutrisi yang berbeda beda dengan kadar yang berbeda pula. Hal ini menyebabkan kita tidak dapat mengkonsumsi makanan satu jenis makanan saja. Kita harus memadukan beberapa jenis makanan ke dalam menu makan kita. Dari prinsip ini maka mulai diperkenalkan pola makan empat sehat lima sempurna yang terdiri dari nasi, daging, sayur-sayuran, buah-buahan dan susu.
Namun dengan adanya perubahan zaman, manusia dituntut untuk bekerja labih keras, sehingga waktu yang dimiliki untuk memelihara kesehatan semakin sedikit. Pola makan pun menjadi berubah dan terabaikan, rata-rata  lebih memilih makanan instant atau makan di luar rumah yang belum terjamin kebersihannya dan belum terjamin kandungan gizinya, karena makanan fast food seperti itu memerlukan pengawet-pengawet berbahan dasar kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Makanan tersebut  seringkali tidak memadukan kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh kita. Terkadang juga hanya mengandung  satu jenis makanan yang tentu saja tidak mengandung seluruh gizi atau nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Manusia memerlukan berbagai kandungan gizi atau nutrisi yang sangat banyak, misalnya saja karbohidrat, lemak, protein, serat, air  dan vitamin. Sangat penting bagi setiap orang untuk mengetahui nutrisi apa saja yang diperlukannya setiap hari dan berapa besar jumlahnya. Kita dapat mengetahui hal tersebut dari AKG (angka kecukupan gizi). Selain itu setiap orang juga perlu mengetahui mengenai fungsi dari setiap kandungan gizi, dan terdapat pada makanan jenis apa saja kandungan gizi tersebut. Di dalam makalah ini akan dibahas lebih dalam mengenai Lemak atau biasa disebut juga dengan Lipid.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Lipid
Secara umum senyawa yang disebut lipid biasanya diartikan sebagai suatu senyawa yang tidak larut dalam air, namun larut di dalam pelarut organik seperti benzena, eter, dan kloroform. Suatu lipid tersusun atas asam lemak dan gliserol.

2. Fungsi Lipid
Fungsi lipid secara umum yaitu :
1. Sebagai sumber energi (memiliki kandungan 9 kkal/g
).
2.
Unsur pembangun membran sel dan bertanggung jawab untuk lewatnya
berbagai bahan/material yang masuk dan keluar sel.
3. Sebagai pelindung organ-organ penting
dan juga penyekat antar jaringan tubuh.
4. Menjaga tubuh terhadap pengaruh luar
, misalnya suhu, luka (infeksi) dan
lainnya.
5. Insulator listrik (agar impuls-impuls syaraf merambat dengan cepat)
.
6. Membantu melarutkan dan mentransport senyawa-senyawa tertentu
, misalnya
Lipid
Lipid pada membran sel. Sumber: Pixabay
vitamin dalam aliran darah untuk keperluan metabolisme.

3. Klasifikasi Lipid
Berbagai kelas lipid dihubungkan satu sama lain berdasarkan komponen dasarnya, sumber penghasilnya, kandungan asam lemaknya, maupun sifat-sifat kimianya. Kebanyakan lipid ditemukan dalam kombinasi dengan senyawa sederhana lainnya (seperti ester lilin, trigliserida, steril ester dan fosfolipid), lipid kombinasi dengan karbohidrat (glikolipid), lipid kombinasi dengan protein (lipoprotein).
Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar, yaitu : lipid sederhana, lipid gabungan, dan derivat lipid/lipid turunan.
1
)  Lipid Sederhana
Lipid sederhana yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol, seperti
gliserida dan lilin (waxes).
a.       Gliserida
Gliserida adalah ester dengan asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat
satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Gliserol dengan dua asam lemak disebut gliserida. Dan gliserol dengan tiga asam lemak disebut trigliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O).  Contoh dari trigliserida adalah lemak dan minyak. Perbedaan lemak dengan minyak adalah :
Lemak
Minyak
Umumnya diperoleh dari hewan
Umumnya diperoleh dari tumbuhan
Berwujud padat pada suhu ruang
Berwujud cair pada suhu ruang
Tersusun dari asam lemak jenuh
Tersusun dari asam lemak tak jenuh

b.      Lilin (malam/waxes)
Lilin adalah senyawa yang terbentuk dari ester asam lemak dengan
alkohol bukan gliserol. Pada umumnya asam lemaknya adalah palmitat dan alkoholnya mempunyai atom C sebanyak 26-34.
Pada umunya malam/lilin merupakan ester asam lemak dengan alcohol
allifatik bermolekul besar, dan asamnya mempunyai jumlah karbon berkisar antara C25 sampai C35.
Jika melihat definisi ini maka dapat dikatakan bahwa proses terjadinya
lilin adalah merupakan suatu proses esterifikasi antara asam lemak dan alkohol berantai panjang.

2) Lipid Gabungan
Lipid gabungan adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Contohnya fosfolipid, glikolipid, lipoprotein, dll.
  1. Fosfolipid/fosfogliserida
Fosfolipid adalah suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk ester asam fosfat. Oleh karenanya fosfolipid ialah suatu fosfo gliserida. Fosfolipid berfungsi sebagai komponen penyusun membran sel. Pada umumnya fosfolipid terdapat dalam sel tumbuhan, hewan, dan manusia. Pada tumbuhan, fosfolipid terdapat dalam kedelai. Pada manusia dan hewan terdapat dalam telur, otak, hati, ginjal, pankreas, dan jantung.
  1. Glikolipid
Glikolipid ialah molekul-molekul lipid yang mengandung karbohidrat, seperti galaktosa atau glukosa. Akan tetapi istilah glikolipid biasanya dipakai untuk lipid yang mengandung satuan gula tetapi tidak mengandung fosfor. Glikolipid dapat diturunkan dari gliserol atau pingosine dan sering dimakan gliserida atau sebagai spingolipida.
  1. Lipoprotein
Lipoprotein merupakan gabungan molekul gliserida dan protein yang disintesis di dalam hati. Seperempat sampai sepertiga bagian dari lipoprotein adalah protein dan selebihnya adalah lipida. Lipoprotein mempunyai fungsi mengangkut lipida di dalam plasma ke jaringan-jaringan yang membutuhkannya sebagai sumber energy, serta sebagai komponen membran sel atau sebagai prekursormetabolit aktif.

Ada beberapa jenis lipoprotein, antara lain :
1. Kilomikron
Kilomikron merupakan tetesan besar lipida berupa trigliserida, dan fosfolipida dengan sedikit protein (terutama berupa apolipoprotein A dan B) yang membentuk selaput pada permukaannya. Selaput di sekeliling kilomikron ini memungkinkan lipida di dalamnya mengembang secara bebas di dalam aliran darah yang sebagian besar terdiri atas. Kilomikron pada dasarnya mengemulsi lemak sebelum masuk ke dalam aliran darah. Proses ini menyerupai kegiatan lesitin dan asam lemak dalam usus halus dalam upaya mengemulasi lemak makanan selama pencernaan . perbedaannya adalah bahwa dalam pencernaan yang makanan selama pencernaan. Perbedaannya adalah bahwa dalam pencernaan yang mengelilingi tetesan lemak adalah air, sedangkan pada kilomikron, lemak dikelilingi oleh protein, kolesterol, dan fosfolipida. Dalam aliran darah trigliserida yang ada pada kilomikron dipecah menjadi gliserol dan asam lemak bebas oleh enzim lipoprotein. Sebagian besar asam lemak yang terbentuk di dalam tubuh diabsorpsi oleh sel-sel otot, lemak dan sel - sel lain. Asam lemak ini dapat langsung digunakan sebagai zat energi atau diubah kembali menjadi trigliserida. Sel-sel otot cenderung menggunakannya sebagai zat energy, sedangkan sel lemak menyimpannya sebagai trigliserida.

2. VLDL (Very Low Density Lipoprotein)
Di dalam hati lipida dipersiapkan menjadi lipoprotein sehingga dapat diangkut melalui a;liran darah. Lipoprotein  yang dibentuk dalam hati ini adalah VLDL, yaitu lipoprotein dengan densitas sangat rendah yang terutama terdiri atas trigliserida. Bila VLDL meninggalkan hati, lipoprotein lipase kembali bekerja dengan memecah trigliserida yang ada pada VLDL. VLDL kemudian mengankat kolesterol yang ada pada lipoprotein lain dalam sirkulasi darah. Dengan berkurangnya trigliserida, VLDL bertambah berat dan menjadi LDL (Low Density Lipoprotein), yaitu lipoprotein dengan densitas rendah.

3. LDL (Low Density Lipoprotein)
LDL yang terutama terdiri atas kolesterol bersilkulasi dalam tubuh dan dibawa ke sel-sel otot, lemak, dan sel-sel lainya. Trigliserida akan diperlakukan  sama dengan yang trjadi pada kilomikron dan VLDL. Kolesterol dan fosfolipida akan digunakan untuk membuat membrane sel, hormone-hormon atau ikatan lain, atau disimpan. Reseptor LDL yang ada di dalam hati akan mengeluarkan  LDL dari sirkulasi. Pembentukan LDL oleh reseptor LDL ini penting dalam pengontrolan kolesterol darah. Disamping itu dalam pembuluh darah terdapat sel-sel .perusak yang dapat merusak LDL. Melalui jalur sel-sel perusak ini (scavenger pathway) molekul LDL dioksidasi, sehingga tidak dapat masuk kembali ke dalam aliran darah. Kolesterol yang banyak terdapat dalam LDL akan menumouk pada sel-sel perusak. Bila hal ini terjadi selama bertahun-tahun, kolesterol akan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Plak akan bercampur dengan protein dan ditutup oleh sel-sel otot dan kalsium. Hal inilah yang kemudian dapat berkembang menjadi aterosklerosis. Pengatur utama kadar kolesterol dalam darah adalah hati, karena sebagian besar (50-70 %) reseptor LDL terdapat didalam hati.

4. HDL (High Density Lipoprotein).
Bila sel-sel lemak membebaskan  gliserol dan asam lemak, kemungkinan kolesterol dan fosfolipid akan dikembalikan pula kedalam aliran darah. Hati dan usus halus akan memproduksi HDL (lipoprotein dengan densitas tinggi) yang masuk kedalam aliran darah. HDL menyerahkan kolesterol ke lipoprotein lain untuk diangkut kembali kehati guna diedarkan kembali atau dikeluarkan dari tubuh. Nilai LDL dan HDL mempunyai implikasi terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah. Nilai LDL yang tinggi dikaitkan denga resiko tinggi terhadap serangan jantung. Sebaliknya HDL tinggi dikaitakan dengan resiko rendah. Oleh sebab itu, LDL dikatakan sebagai “kolesterol jahat” sedangkan HDL dikatakan “kolesterol baik”.  Bagian dalam dari lipoprotein terdiri dari trigliseridan dan kolesterol yang diselubungi fosfolipida. Protein berada didekat ujung luar fosfolipida menutupu struktur lipoprotein. Penyusunan molekul yang bersifat hidrofobik dibagian dalam dan molekul hodrofilik dibagian luar memungkinkan lipida diangkut melauli cairan darah.
Komposisi Lipoprotein
No.
Lipoprotein
Trigliserida
%
Kolesterol
%
Fosfolipida
%
Protein
%
1.
Kilomikron
80-90
2-7
3-6
1-2
2.
VLDL
55-65
10-15
15-20
5-10
3.
LDL
10
45
22
25
4.
HDL
5
20
30
45-50

Tubuh mengatur kadar lipoprotein melalui beberapa cara, yaitu :
1. Mengurangi pembentukan lipoprotein dan mengurangi jumlah lipoprotein yang
masuk ke dalam darah.
2. Meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan lipoprotein dari dalam
darah.

3) Lipid Turunan/Derivat Lipid
Lipid turunan/derivat lipid adalah semua senyawa yang dihasilkan pada
hidrolisis lipid sederhana dan lipid majemuk yang masih mempunyai sifat-sifat seperti lemak. Contohnya asam lemak, terpen, steroid, dll.
  1. Asam Lemak
Asam lemak adalah asam alkanoat atau asam karboksilat berderajat tinggi
dengan rantai C lebih dari 6. Asam lemak dibedakan menurut jumlah karbon yang dikandungnya yaitu asam lemak rantai pendek (kurang dari 6), asam lemak rantai sedang (8-12), asam lemak rantai panjang (14-18) dan rantai sangat panjang (lebih dari 20). Adapun rumus umum dari asam lemak adalah:
CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH
Asam lemak dapat dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.
A.       Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap. Sehingga sifatnya cenderung stabil. Asam lemak jenuh memiliki titik leleh yang jauh lebih tinggi daripada asam lemak tidak jenuh, sehingga perbandingan kandungan asam lemak jenuh terhadap asam lemak tidak jenuh mempengaruhi sifat fisik lemak atau minyak.
Secara umum lemak hewani umumnya mengandung asam lemak jenuh sehingga sering disebut kalau asam lemak junuh berasal dari hewan. Asam lemak jenuh juga sering dijumpai dalam bentuk padat sehingga orang sering menyebutnya lemak. Contoh asam lemak jenuh ialah : lemak kelapa, daging berlemak, kulit ayam, susu, keju, mentega, kelapa, minyak inti sawit, minyak kelapa sawit.
B.        Asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap pada rantai karbonnya. Dalam ikatan strukturnya sendiri asam lemak tak jenuh berstruktur ikatan cis dan trans, dan hanya sedikit yang trans. Asam lemak tidak jenuh memiliki ikatan rangkap sehingga dapat mengikat zat lain dan kurang stabil, sehingga asam lemak tak jenuh dapat mudah terhidrolisis. Itu sebabnya mengapa minyak mengandung banyak asam lemak tak jenuh mudah berbau tengik, karena asam lemak tak jenuh yang tidak stabil. Contoh asam lemak tak jenuh ialah : alpokat, margarin, minyak kacang tanah, minyak zaitun, minyak biji kapas, minyak jagung, minyak biji matahari, minyak wijen, minyak kacang kedelai.










  1. Terpen
Terpena merupakan suatu golongan hidrokarbon yang banyak dihasilkan
oleh tumbuhan dan terutama terkandung pada getah dan vakuola selnya. Senyawa dasar terpen merupakan satuan C5 disebut isoprene.
  1. Steroid
Steroid adalah senyawa yang mengandung sistem cincin. Steroid yang banyak terdapat dalam kehidupan adalah sterol, suatu alkohol yang berintikan perhidroksisiklopentano fenantren. Contohnya adalah kolesterol yang banyak terdapat dalam otak, sistem saraf, membran dan lain-lain. Dalam tanaman terdapat fitosterol, misalnya stigmasterol dan sitostrol. Mikosterol adalah sterol yang terdapat dalam jamur dan ragimisalnya elgosterol yang merupakan bahan baku vitamin D.
Berdasarkan ada tidaknya gliserol atau bisa tidaknya tersabunkan (dapat tidaknya disaponifikasi), Lipid dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :
1.      Saponifiable/dapat disabunkan merupakan lipid yang dapat dihidrolisis dengan basa, terdiri dari :
a.
Lipid sederhana : Gliserida dan lilin (waxes)
b.
Lipid kompleks : Glikolipid dan fosfolipid
2.      Nonsaponifiable.tidak dapat disabunkan merupakan lipid yang tidak dapat dihidrolisis dengan basa, terdiri dari : Terpena, SteroidProstaglandin.

BAB III
PENUTUP


  1. KESIMPULAN

      Lipid adalah melekul-melekul biologis yang tidak larut dalam pelarut polar seperti air tetapi larut  dalam pelarut organik atau non polar seperti alkohol, eter dan kloroform.

      Lipid mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu :  Sebagai sumber energy,Unsur pembangun membrane sel,Sebagai pelindung organ-organ penting dan juga penyekat antar jaringan tubuh.Menjaga tubuh terhadp pengaruh luar.

      Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar :
1.    Lipid Sederhana, yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol,
yaitu  lemak/gliserida dan lilin (waxes).
2.   Lipid gabungan, yaitu fosfolipid, serebrosida.
3.   Derivat Lipid, contohnya asam lemak, gliserol, dan sterol.

      Perbedaan lemak dan minyak adalah : Lemak umumnya diperoleh dari hewan, berwujud padat pada suhu ruang ,tersusun dari asam lemak jenuh.
Sedangkan minyak umumnya diperoleh dari tumbuhan, berwujud cair pada suhu ruang, tersusun dari asam lemak tak jenuh.

      Berdasarkan bisa atau tidak disabunkan lipid dibedakan menjadi : Saponifiable/dapat disabunkan, terdiri dari :  Lipid sederhana (Gliserida dan lilin/waxes) dan Lipid kompleks (Glikolipid dan fosfolipid). Nonsaponifiable tidak dapat disabunkan, terdiri dari : Terpena, Steroid,Prostaglandin.

DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, sunita. 2003. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT. Gramedia    Pustaka Umum.
Bulletin CP. 2007.   Lipida dan Turunannya. www .buletincp.com. tanggal akses: 4 Juli 2011.
Koswara, Sutrisno.  Lipid. www. Ebokpangan .com. tanggal akses: 4  Juli 2011.
Medical, 2008. Lipid.www.medical.com . tanggal akses : 6 Desember 2011.
Poedjiadi, Anna.2006. Dasar-dasar Biokoimia.Jakarta : UI.
Rajiman, 2009. Lipid .www.belajar-online .com . tanggal akses : 6 Desember 2011.




Part of Caturekamandala PK 41-LPDP.

Aceh Besar, Indonesia. A Future Educator, Insya Allah

Peraturan Berkomentar

- Diharapkan menggunakan kata-kata yang santun, baik, dan sopan.
- Berkomentarlah sesuai dengan topik (relevan).
- Dilarang keras komentar yang mengandung SARA, pornografi, kekerasan, dan pelecehan.
- Komentar dengan link promo akan masuk spam.

Terima kasih.
P.s. Silahkan klik pada tombol Emoticon jika ingin memasukkan emoticon.
EmoticonEmoticon